Mahasiswa Unsri Ririn Ariyani Raih Juara 2 Lomba Esai Nasional Bulan Bahasa 2025

Writer: - Senin, 27 Oktober 2025
Ririn Ariyani, mahasiswi Program Studi S1 Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsri. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Palembang, Sumselupdate.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri).

Ririn Ariyani, mahasiswi Program Studi S1 Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsri, berhasil meraih juara 2 Lomba Esai Nasional dalam rangkaian Festival Bulan Bahasa Universitas Sriwijaya 2025.

Read More

Kegiatan lomba esai tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMPBSI) FKIP Unsri sebagai bagian dari peringatan Bulan Bahasa Nasional 2025.

Dalam lomba itu, Ririn menulis esai berjudul ‘Strategi Menyelamatkan Alam di Tengah Krisis Global Melalui Revitalisasi Kosakata Ekologis’.

Karya tersebut dinilai memiliki gagasan kuat dan analisis mendalam, sehingga mampu mengungguli puluhan peserta lain dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Ririn mengungkapkan, esainya terinspirasi dari fenomena krisis lingkungan yang semakin kompleks, seperti deforestasi, pencemaran air, dan penumpukan sampah industri maupun rumah tangga.

Menurutnya, bahasa memiliki peran penting dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat.

“Tulisan yang saya buat merupakan refleksi dari pengalaman belajar selama ini. Literasi bukan hanya sekadar membaca dan menulis, tetapi juga memahami makna di balik setiap proses pendidikan dan kehidupan,” ujar Ririn.

Ia menambahkan, kebiasaan literasi sudah tertanam sejak di bangku sekolah.

“Saat SMA, setiap pagi kami diwajibkan membaca artikel dan membuat resume. Itu menjadi bagian dari gerakan literasi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis,” tambahnya.

Ririn juga menyoroti pentingnya kampus sebagai pusat pembentukan budaya literasi yang sehat.

Menurutnya, perguruan tinggi seharusnya menjadi ruang yang melahirkan intelektual jujur dan berintegritas, bukan justru terjebak pada praktik plagiarisme.

Melalui esainya, Ririn menekankan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga sarana pelestarian kearifan lokal dan instrumen kebijakan lingkungan.

Dengan pendekatan ekolinguistik, bahasa dapat menjadi jembatan antara manusia, budaya, dan alam.

Prestasi Ririn Ariyani ini sekaligus mengharumkan nama Universitas Sriwijaya di kancah nasional serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berkontribusi melalui literasi.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts