Palembang, Sumselupdate.com – Desa Sako, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, bisa dikatakan desa wisata sejarah.
Bagaimana tidak, di desa tersebut terdapat makam masa Kerajaan Majapahit dan masa kesultanan serta sastra sejarah lisan yang unik.
Selain itu, di Desa Sako ditemukan jejak pantai purba yang terhubung dengan Sungai Komering.
Temuan-temuan tempat bersejarah dan ecofak di Desa Sako itu terungkap tatkala dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Palembang melakukan observasi ke lokasi, belum lama ini.
Jeki Sepriady, salah satu mahasiswa Universitas PGRI Palembang mengatakan, jejak adanya pantai purba di Desa Sako setelah ditemukan fosil kerang pra sejarah.
Kemudian, ditemukan juga 37 spesies makhluk laut kerang, hewan bercangkang keras dan terumbu karang yang diperkirakan telah berumur ribuan tahun.
Jeki mengatakan, keunikan sejarah di Desa Sako, selain adanya pantai purba, juga adanya makam Ariodillah, yang menandai jejak keberadaan pengaruh kerajaan Majapahit di daerah Uluan.
“Saya berharap kegiatan fieldschool Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Palembang di Desa Sako mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan sejarah lokal di Sumatera Selatan,” kata Jeky.
Sementara itu, Kades Sako, Sujarwadi, SH mengatakan, kegiatan observasi sejarah di Desa Sako merupakan kegiatan yang positif.
Menurut dia, kegiatan ini dapat mendukung pembangunan Desa Sako di sektor pariwisata.
“Kami sangat mengharapkan dukungan dari Universitas PGRI Palembang untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat arti pentingnya penyelamatan sejarah dan kebudayaan lokal di Desa Sako ini,” ujarnya. (ril)











