Lumbung Padi Desa Pahang Asri Mampu Hasilkan 330 Ton Beras Per Tahun

Rabu, 7 Februari 2018

Martapura, Sumselupdate.com – Desa Pahang Asri, Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Kabupaten OKU Timur adalah salah satu desa yang berhasil melaksanakan pengelolaan dana desa secara ekonomi dan menghasilkan. Ini dibuktikan dengan berdirinya tiga lumbung beras, sejak 1978 di masing-masing dusun di desa tersebut.

Yaitu lumbung padi di dusun karya bersatu, karya Bhakti dan karya jaya. Untuk setiap lumbung yang ada, bisa menampung beras dengan kapasitas penyimpanan sebanyak 80 ton lebih per tahunnya.

Read More

Kepala Desa Pahang Asri Ahmad Suryadi, mengatakan, pengelolaan lumbung ini dilakukan secara bersama-sama oleh warganya dan menjadi salah satu penggerak ekonomi di desa Pahang Asri. “Semua kami kelola sendiri secara swadaya dan bersama, semua masyarakat desa terlibat. Pertahun, dari tiga lumbung kita bisa menghasilkan total hingga 330 ton beras atau sekitar Rp2,1 miliar,” jelasnya, Rabu (7/2/2018).

Dengan luas lahan sekitar 240 hektar, penghasilan beras secara keseluruhan masyarakat desa Pahang Asri bisa mencapai 2700 ton selama setahun. Dari hasil tersebut, masyarakat sepakat menyisihkan satu kilogram beras per setiap sembilan kilogram beras dari hasil panen. Kemudian hasil yang terkumpul, setiap akhir tahun dilakukan pembagian secara merata kepada masyarakat dan untuk pembangunan desa.

“Dari per 9 kilogram beras hasil panen, 1 kg untuk PAD mas, kalau pertahun yang masuk ke lumbung sekitar 330 ton, tiap akhir tahun kita bagi ke masyarakat. Untuk PAD sendiri, dari total keseluruhan lumbung sekitar 13-14 ton tiap tahun untuk pembangunan desa. Namun tahun ini mengalami penurunan 80 ton, jadi hanya menghasilkan 250 ton.,” tambahnya.

Tahun 2018, pemerintah desa mencanangkan target 300 ton beras atau 2.400 ton beras secara keseluruhan. Desa yang Tahun 2016 lalu mendapatkan kunjungan dari Kementerian Desa terkait lumbung dan kelompok ternak sapi ini, bertekad menjadikan desa Pahang Asri menjadi desa percontohan untuk lumbung padi dan pupuk organik. “Saat ini sudah ada 15 hektar petani yang mendaftar untuk melakukan pola tanam padi organik,” pungkasnya. (mat)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts