Baturaja, Sumselupdate.com – Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pembangunan mengenai Lingkungan (LP3L) Ogan Komering Ulu (OKU), menggelar aksi demo ke perusahaan Listrik Negara (PLN) Baturaja, Kamis (23/2/2017). Para pendemo diketahui menuntut, lantaran seringnya terjadi pemadaman listrik di wilayah itu.
Yeyen, yang mewakili puluhan massa peserta demo mengatakan bahwa mereka meminta Ketua DPRD OKU untuk segera membuat pansus untuk PLN Ranting Baturaja yang dinilai melanggar Undang-undang.
Selain itu, mereka menuntut agar ketiga unsur pimpinan PLN Ranting Baturaja mengundurkan diri dari jabatan karena dinilai gagal melaksanakan tugas dalam memberikan pelayanan terhadap konsumen masyarakat Kabupaten OKU.
Mereka juga menegaskan bahwa masyarakat OKU berhak untuk mendapatkan pelayanaan yang baik dan prima dalam layanan listrik.
“Masyarakat tidak perlu tahu apa penyebab sering matinya aliran listrik, sama seperti PLN tidak mau tahu bagaimana asalnya uang yang didapat masyarakat untuk membayar rekening listrik,” kata Yeyen dalam orasinya.
Massa menilai, pimpinan PLN Ranting Baturaja telah gagal dalam melaksanakan itu semua, bahkan cenderung menurun dari pimpinan sebelumnya.
“Kami berharap pimpinan PLN wilayah Sumsel mengganti ketiga unsur pimpinan PLN Baturaja,” ucapnya.
Direktur Eksekutif LP3L dalam orasinya juga menegaskan tidak perlu dilakukan dialog dengan pihak PLN.
“Mereka nggak tahu menahu kita bayar dari mana. Namun jika telat mereka langsung cabut sambungan listrik. Jadi kita tidak perlu dialog. Yang jelas tuntutan kita agar tiga pimpinan PLN Baturaja diganti,” ungkapnya.
Asisten Manager Jaringan Area Lahat, Agung Pajar Sentosa mengatakan, menyikapi aksi demo di Kantor PLN Ranting Baturaja, ia menjelaskan bahwa tuntutan mengenai penggantian tiga pimpinan PLN Baturaja akan disampaikan ke tingkat pimpinan lebih tinggi.
“Ini bukan wewenang kami. Tuntutan ini akan kita sampaikan ke pimpinan yang lebih tinggi,” katanya saat dikonfirmasi wartawan.
Disinggung seringnya terjadi pemadaman listrik, lanjutnya, itu salah satunya karena adanya kerangka layang-layang yang tersangkut di kabel listrik.
“Selain juga masih adanya pohon-pohon yang mengganggu jaringan,” ucapnya. (wid)











