Pagaralam, Sumselupdate.com – Lonjakan wisatawan saat libur Idul Fitri 1447 H ke kawasan Gunung Dempo, khususnya Bukit Tungguan dan Tugu Rimau, menyoroti persoalan klasik yang belum terselesaikan, yakni minimnya kantong parkir.
Euforia libur Lebaran memang membawa berkah bagi sektor pariwisata. Ribuan kendaraan dari berbagai daerah memadati akses menuju dua destinasi favorit tersebut yang dikenal dengan panorama alamnya.
Namun di balik tingginya kunjungan, wisatawan justru dihadapkan pada kemacetan panjang. Hal ini dipicu oleh tidak tersedianya area parkir yang memadai di sepanjang jalur wisata.
Kendaraan roda dua dan roda empat terpaksa parkir di bahu jalan. Kondisi ini mempersempit akses yang memang tidak terlalu lebar, sehingga menyebabkan penumpukan kendaraan. Bahkan di sejumlah titik, arus lalu lintas dilaporkan tersendat total.
Muklis (31), wisatawan asal Bengkulu, mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencapai lokasi.
“Macet pak, untuk bisa sampai di sini kami butuh waktu dua jam. Hal ini disebabkan ada beberapa titik di jalur menuju ke sini macet total akibat penumpukan kendaraan baik roda dua maupun roda empat,” katanya.
Ia menambahkan, kebiasaan wisatawan berhenti di sembarang titik untuk menikmati pemandangan juga menjadi pemicu kemacetan.
“Wisatawan yang ingin menikmati pemandangan Gunung Dempo terpaksa parkir di tepi jalan agar bisa berfoto-foto di spot yang dianggap bagus. Akibatnya jalan menjadi macet,” ujarnya.
Fenomena ini menjadi ironi. Keindahan alam yang menjadi daya tarik utama justru berubah menjadi sumber kemacetan karena tidak didukung infrastruktur dasar yang memadai.
Meski demikian, antusiasme wisatawan tetap tinggi. Banyak pengunjung rela menghadapi kemacetan demi mendapatkan momen terbaik di lokasi wisata.
Novi (28), wisatawan asal Jakarta, menilai kemacetan bukan masalah selama bisa mendapatkan pengalaman yang berkesan.
“Yang penting saat pulang nanti sudah ada foto dengan spot cantik dan indah di Gunung Dempo. Jadi bisa di-upload di medsos dan menjadi kenangan tersendiri,” ungkapnya.
Kondisi ini menjadi catatan penting bagi pengelolaan pariwisata di kawasan Gunung Dempo. Tanpa perencanaan kantong parkir dan rest area yang memadai, lonjakan wisatawan berpotensi terus memicu kemacetan dan menurunkan kenyamanan serta keselamatan pengunjung.
Di tengah pesona alam yang memikat, kebutuhan akan infrastruktur dasar seperti kantong parkir kini menjadi hal mendesak yang tidak bisa lagi diabaikan.
(**)











