Lewat Aplikasi Serekap, Hanya Butuh Satu Pekan Mengetahui Hasil Pilkada PALI

Sarwo Edi, Komisioner Divisi Teknis KPU Kabupaten PALI .

PALI, Sumselupdate.com – Meski hasil pemilihan umum kepala daerah masih ditentukan salinan berita acara hasil rekapitulasi secara manual. Tapi, tak bisa dipungkiri jika masyarakat butuh metode cepat diera modern ini.

Tak heran jika keberadaan quick count dari beberapa lembaga survey tumbuh subur dan paling dinanti ketimbang hasil manual, mengingat hasil akhir perhitungan suara biasanya tidak jauh berbeda.

Bacaan Lainnya

Menjawab tantagan zaman, pada Pilkada tahun ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) tampaknya tak mau tertinggal jauh, khususnya di Kabupaten PALI, dengan diperkenalkannya ‘Aplikasi Sirekap’ kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Sabtu (14/11/2020).

Sebuah aplikasi berbasis teknologi yang nantinya sebagai alat bantu dan publikasi hasil rekapitulasi suara yang lebih valid dari hitung cepat, pada Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang.

Dijelaskan Ketua KPU Kabupaten PALI, melalui Komisioner Divisi Teknis, Sarwo Edy, meski belum secara resmi ditetapkan dalam peraturan KPU (PKPU), namun ‘Aplikasi Sirekap’ hampir dipastikan akan digunakan untuk pertama kalinya pada Pilkada serentak tahun 2020.

“Aplikasi Sirekap baru pada pembahasan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara KPU RI, Bawaslu, Pemerintah dan DPR RI. Artinya saat ini tinggal menunggu PKPU tentang ‘Aplikasi Sirekap’ secara resmi,” jelas Sarwo saat dibincangi awak media usai memberikan bimbingan teknis (Bimtek) mengenai Tata Cara Pengisian Model C Hasil-KWK dan Pengenalan Aplikasi Sirekap, Sabtu (14/11/2020).

Lebih lanjut, Sarwo mengungkapkan, keputusan final terkait hasil rekapitulasi suara masih ditentukan dari salinan berita acara hasil rekapitulasi secara manual.

“Jadi, ‘Aplikasi Sirekap’ hanya sebagai alat bantu dan publikasi dalam membantu kinerja KPU. Satu minggu pasca penghitungan suara, hasil suara bisa dilihat melalui Aplikasi Sirekap oleh masyarakat,” tambahnya.

Namun, tidak semua orang bisa mempergunakan ‘Aplikasi Sirekap’.

“Jadi teknis kerjanya sendiri seperti hitung cepat (quick count). Dengan mekanisme kerja KPPS secepatnya harus mengunggah Model C. Hasil-KWK ke ‘Aplikasi Sirekap’ secara online, dengan disaksikan panwas dan saksi pasangan calon (paslon). Jika ditemukan kendala seperti jaringan internet, maka KPPS berkewajiban segera mencari tempat yang jaringan internetnya Bagus, kemudian dengan tetap disaksikan oanwas dan saksi barulah diunggah Model C.Hasil – KWK,” bebernya.

Untuk ‘Aplikasi Sirekap’ sebenarnya, ada dua macam, yakni Sirekap Mobile untuk KPPS dan Sirekap Web untuk PPK dan KPU Kabupaten.

“Harapan kita dengan digelarnya Bimtek pada hari ini, PPK sudah mengenal dan mengerti pola kerja aplikasi Sirekap. Kemudian, setelah nantinya PKPU tersebut sudah terbit, maka tinggal pelaksanaan sosialisasi saja ke PPS dan KPPS,” pungkasnya. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.