PA 212 Tegaskan Maulid Nabi & Pernikahan Putri Rizieq Terapkan Protokes

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tiba di markas Front Pembela Islam, Petamburan, Jakarta, Selasa (10/11/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Jabar, Sumselupdate.com – Kapolri  Jenderal Idham Azis, menyampaikan, jika dalam beberapa waktu terakhir banyak kegiatan yang memicu berkumpulnya banyak orang. Padahal, pandemic Covid-19 sejatinya belum berakhir.

Salah satunya, penyambutan kepulangan Habib Rizieq di Bandara Soetta dan aksi demo tolak Omnibus Law Cipta Kerja. Teranyar acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan yakni acara maulid dan akad nikah putri Habib Rizieq di Petamburan.

Bacaan Lainnya

Menanggapi hal itu, Ketua Umum PA 212, Slamet Ma’arif, menegaskan, acara maulid dan pernikahan putri Rizieq bakal digelar dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Pertama kita sudah koordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan, termasuk dengan pihak kepolisian untuk menjaga protokol covid agar tetap bisa kita laksanakan,” kata Slamet ditemui di Markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, dikutif dari Suara.com, Sabtu (14/11/2020).

Slamet menjelaskan, protokol kesehatan tersebut misalnya seperti pembagian masker, penempatan tempat cuci tangan hingga bilik disinfektan disiagakan.

“Jadi panitia membagikan masker kepada jamaah yang tidak memakai masker agar memakai masker dan termasuk dari kepolisian juga sudah membagikan masker di depan tuh,” ungkapnya.

Sementara itu, Slamet belum bisa memastikan estimasi massa yang akan hadiri acara tersebut. Pasalnya, acara dibuka untuk umum siapa saja boleh datang.

“Kalau maulid kan yang datang umat jadi estimasinya belum tahu karena terbuka untuk umum. Kalau maulid nabi kan siapa saja bisa hadir makanya kita ngak tahu,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan beberapa waktu lalu, belakangan ini banyak kegiatan yang memicu berkumpulnya banyak orang. Terlebih, banyak kegiatan yang dilakukan selama masa pandemi Covid-19.

Untuk itu, Idham mengimbau agar masyarakat patuh pada protokol kesehatan yang ada. Hal tersebut dia imbau dengan tujuan menyelamatkan banyak orang agar tidak terpapar virus corona.

“Untuk menyelamatkan semua orang yang ada di Indonesia ini, terjadinya beberapa kerumunan massa tanpa protokol kesehatan menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat,” kata Idham dalam konferensi pers di Rumah Dinas Kapolri, Sabtu (14/11/2020).

Idham melanjutkan, pihaknya meminta agar masyarakat tetap menjaga jarak aman, mencuci tangan, hingga menghindari kerumunan massa. Namun, dalam konfrensi persnya, jenderal bintang empat itu tidak berkata lebih rinci terkait contoh kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa dalam jumlah banyak.

“Polri, juga sejak Indonesia dilanda pandemi corona telah dua kali mengeluarkan Maklumat. Saya mengimbau, dalam suasana pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini agar semua pihak mematuhi protokol kesehatan,” sambung Idham. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.