Jakarta, Sumselupdate.com — Keselamatan nyawa manusia di masa pandemi Covid-19 harus konsisten menjadi kepedulian bersama, melalui kebijakan yang berorientasi pada perlindungan setiap warga negara.
“Catatan peningkatan kasus Covid-19 dalam beberapa bulan terakhir harus menjadi pengingat kita untuk tetap mengedepankan keselamatan warga negara,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam sambutan tertulis pada diskusi daring bertema Menghadapi Tantangan Kenaikan Kasus Covid-19 Pasca Mudik Lebaran yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (3/5/2023).
Data Kementerian Kesehatan per 22 April 2023 menunjukkan angka kematian 13 kasus dan kasus aktif naik dari 10.448 kasus menjadi 10.881 kasus. Sedangkan pasien dirawat periode 15-22 April tercatat 1.617 orang.
Menurut Lestari, melonjaknya kasus Covid-19 awal April 2023 akibat melemahnya penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat.
Rerie sapaan akrab Lestari mengakui pengabaian terhadap ragam anjuran untuk mengedepankan protokol kesehatan dalam keseharian kerap terjadi.
Para pemangku kepentingan dan masyarakat, tambah Rerie perlu menerapkan cara berpikir bahwa kenyataannya Indonesia belum lepas dari pandemi.
Lestari mendorong pemangku kepentingan mengaktifkan kembali kesadaran menerapkan protokol kesehatan di ruang publik, sambil memastikan segenap lapisan masyarakat telah melalui tahapan vaksinasi dalam upaya membangun kekebalan komunitas yang lebih baik.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono menjelaskan, lonjakan kasus Covid-19 bukan disebabkan peningkatan perjalanan orang, tetapi karena munculnya varian baru.
Covid-19 varian Arcturus yang tercatat masuk Indonesia pada 10 Maret 3023, menurut Dante, memiliki daya tular lebih tinggi dari varian Omicron, namun ada indikasi tetap bisa menular pada orang yang sudah divaksinasi.
Diakui Dante, awal 2023 imunitas masyarakat Indonesia terhadap Covid-19 tercatat di atas 90%.
Namun, imunitas yang terbangun dari hasil vaksinasi rata-rata hanya bertahan selama enam bulan. Sehingga, masih diperlukan vaksinasi booster agar imunitas tubuh tetap terjaga.
Dante menambahkan, untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus Covid-19, pemerintah sudah memiliki kesiapan memadai terkait kecukupan fasilitas kesehatan, kecukupan stok vaksin Covid-19, persediaan oksigen cair hingga aktivasi telemedicine bagi para pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri.
Sebagai langkah penting pencegahan penularan Covid-19, kata Dante, upaya pemeriksaan sejak dini bila ada gejala yang dirasakan harus dilakukan.
Dengan langkah itu, potensi penularan kepada orang lain akan semakin rendah.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti mengatakan, pandemi Covid-19 termasuk bencana non-alam, sehingga pemerintah tetap akan membiayai, melalui BPJS Kesehatan.
Sehingga, peningkatan kasus Covid-19 saat ini, di tengah status pandemi di Indonesia, pengobatan dan penanganannya bisa dibiayai melalui BPJS.
Secara umum, tambah Ghufron, penanganan terkait public health seperti pandemi Covid-19 merupakan domain dari Kementerian Kesehatan.
Dikatakan, peran BPJS Kesehatan dalam penanganan Covid-19 di tanah air mendukung pemerintah sesuai kapasitasnya dalam sistem pembiayaan pencegahan dan pengobatan Covid-19.
Apalagi sampai dengan Maret 2023 keanggotaan BPJS Kesehatan sudah mencapai 91,58% atau 252,17 juta penduduk Indonesia.
Ghufron berpendapat, masyarakat tidak perlu panik melihat tren naiknya kasus Covid-19 dewasa ini, tetapi tetap harus waspada dengan upaya pencegahan tetap dilakukan.
Dia juga mengingatkan bahwa klaim pembiayaan pengobatan Covid-19 ada masa kadaluarsanya, yaitu dua bulan sejak pasien dinyatakan selesai mendapatkan pelayanan.
Pada kesempatan itu, Ghufron juga mengingatkan bahwa saat ini kasus Tuberkulosis di Indonesia juga cukup tinggi, sehingga harus diwaspadai.
Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ratu Ngadu Bonu Wulla memuji kinerja BPJS Kesehatan yang semakin baik.
Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama mengatakan, dunia internasional saat ini optimistis endemi Covid-19 akan tiba pada Januari 2023.
Namun, munculnya varian baru Covid-19 di sejumlah negara membuat proses menuju endemi tersendat.
Tjandra menyarankan, pemerintah melakukan whole genome sequncing terhadap kasus-kasus Covid-19, agar lebih jelas dalam penanganan varian-varian baru Covid-19 saat ini.
Langkah pencegahan penularan Covid-19 harus ditingkatkan melalui kesadaran masyarakat untuk segera memeriksakan diri bila memiliki gejala Covid-19, kelompok rentan dan lansia harus berhati-hati dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan memasyarakatkan vaksinasi booster.
Karena, menurut dia, pandemi Covid-19 mungkin berakhir, namun Covid-19 tidak akan hilang. Sehingga pasien Covid-19 di masa datang juga masih ada.
Jadi, tegas Tjandra, upaya sosialisasi terkait pencegahan penularan Covid-19 dan budaya hidup sehat harus terus dilakukan. Upaya pencegahan, tambahnya, harus dimulai dari diri sendiri. (duk)











