Palembang, Sumselupdate.com – Universitas PGRI Palembang (U-PGRIP) terus meraih bertabur bintang dan prestasi. Universitas swasta terkemuka di Kota Palembang ini sukses besar di bawah kepemimpinan Rektor Assoc Prof Dr H Bukman Lian, MM, MSi.
Ha ini kembali dibuktikan dengan banyaknya lulusan U-PGRIP yang lulus dengan prestasi yang gemilang. Lebih dari 50 persen peserta Wisuda meraih predikat ‘Dengan Pujian’ pada Wisuda ke-38 Magister Strata Dua (S2) dan Wisuda ke-64 Sarjana Strata Satu (S1) yang di gelar di Ballroom Wyndham Opi Hotel Palembang, Kamis (10/4/2025).
Acara wisuda tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PB PGRI Prof Dr Unifah Rasyidi, MPd. Turut hadir sejumlah pejabat Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan dan pejabat PGRI Provinsi Sumatera Selatan, seperti LLDIKTI Wilayah II, Prof Dr Ishaq Iskandar, MM, Gubernur Sumsel diwakili oleh Zulkarnain, SE, MM selaku Asisten Administrasi dan Umum Setda Prov Sumsel dan juga sekaligus selaku Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.
Turut hadir Pembina BPH PB PGRI pada U-PGRIP Dr H Ahmad Zulinto, SPd, MM, Ketua BPH PB PGRI pada U-PGRIP Dr Hj Meilia Rosani, SH, MH, Rektor U-PGRIP sekaligus Ketua Provinsi PGRI Sumsel Assoc Prof Dr H Bukman Lian, MM, MSi, para Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, para dekan, para kaprodi, anggota Senat serta para tamu undangan.
Rektor U-PGRIP yang juga menjabat Ketua Provinsi PGRI Sumsel, Assoc Prof Dr H Bukman Lian, MM, MSi mengucapkan selamat kepada 489 peserta Wisuda ke-38 Magister Strata Dua dan Wisuda ke-64 Sarjana Strata Satu yang telah menuntaskan studinya dengan prestasi yang membanggakan. Tercatat 250 orang atau lebih dari 50 persen meraih predikat ‘Dengan Pujian’.
Prestasi ini sejalan dengan komitmen U-PGRIP yang terus berupaya untuk melahirkan sarjana yang berkualitas dan perprestasi unggul di bidang akedemik melalui sederet aturan akademik yang ketat.
U-PGRIP akan terus mencatatkan prestasi yang lebih baik, ditargetkan setidaknya seribu wisudawan akan kembali di wisuda pada bulan November 2025 mendatang.
“Hal ini sejalan dengan motto Universitas PGRI Palembang yaitu ‘Melaju Dengan Mutu’. Untuk itu, sudah seharusnya kita semua, civitas Academica Universitas PGRI Palembang merasa bangga dan bersyukur, di tengah berbagai tantangan yang ada, kita tetap mampu terus eksis, berprestasi, bermutu, tumbuh dan berkembang, semakin dicintai dan diminati masyarakat serta disegani oleh mitra,” ujarnya.
Apa lagi dalam kurun waktu kurang lebih tujuh tahun terakhir ini, UPGRIP telah melakukan berbagai terobosan dan penguatan di berbagai aspek.
Beberapa perubahan dan terobosan tersebut antara lain pertama, dalam aspek tata pamong dan tata kelola lembaga, Fakultas dan Program Studi, UPGRIP saat ini telah memiliki enam Fakultas dan satu Program Pascasarjana.
Penambahan ini sangat signifikan, Program Studi yang semula berjumlah 24 pada tahun 2017 kini mencapai 34 Program Studi pilihan selama masa jabatan.
Belum lagi ditambah satu Program Pascasarjana yang memiliki tujug Bidang Studi. APakah kita akan berpuas diri? jawabannya tidak. Kini kita tengah merintis beberpa program studi baru yang saat ini masih ada dalam proses pengusulan penambahan pada laman SIAGA yaitu Prodi Pendidikan Dokter, Prodi S2 Magister Pendidikan Dasar, dan S2 Magister Pendidikan Matematika, ungkapnya dengan penuh semangat.
Lebih lanjut beliau mengatakan jika hal yang kedua juga tak kalah penting, yaitu peningkatan dalam status Akreditasi Program Studi di U-PGRP.
Saat ini Program Studi di Universitas PGRI Palembang terus mengalami peningkatan dalam penilaian Akreditasi. Terdapat lima Program Studi di Universitas PGRI Palembang yang telah terakreditasi ‘UNGGUL’ yakni Prodi Bimbingan dan Konseling, Prodi PGSD, Prodi S1 Pendidikan Bahasa Indonesia, dan yang terbaru Prodi S1 Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Matematika.
Ketiga, dalam aspek penguatan Sumber Daday Manusia (SDM) Dosen. Universitas PGRI Palembang saat ini telah memiliki 73 dosen yang berkualifikasi Doktor atau S3, dan yang sedang lanjut kuliah S3 sebanyak 96 orang.
Ditargetkan, 55,5% dosen Universitas PGRI Palembang bergelar Doktor tahun 2025-2026 dari total dosen yang ada.
Hal keempat menyangkut aspek jabatan fungsional dosen. Pada bulan Februari 2025 Universitas PGRI Palembang telah mengukuhkan 1 orang Guru Besar atau Professor yaitu, Prof Dr Nila Kesumawati, MSi.
Pengukuhan ini diharapkan dapat menginspirasi dosen lainnya untuk terus meningkatkan kualitas diri dan kompetensinya serta terus berkarya dan menjadi teladan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan untuk memperkaya khasanah akademik di negeri ini.
Terakhir, berkaitan dalam penguatan jurnal ilmiah terakreditasi. UPGRIP saat ini telah memiliki 24 Jurnal Ilmiah yang telah terakreditasi SINTA dengan rincian SINTA 5 sebanyak 11 Jurnal, SINTA 4 sebanyak sembilan Jurnal, dan SINTA 3 sebanyak jurnal.
“U-PGRIP saat ini juga telah mengalami Peningkatan Klasterisasi Perguruan Tinggi Kemendikbudristek dari sebelumnya Klaster Binaan ke Klaster Madya, dan dari Klaster Madya ke Klaster Utama,” urainya.
Di kesempatan lain, Ketua BPH PB PGRI Pada U-PGRIP, Dr Hj Meilia Rosani, SH, MH memberikan apresiasinya atas berbagai capaian dan prestasi yang telah dicapai U-PGRIP.
Ia melihat selama beberapa tahun belakangan, U-PGRIP terus mengalami akselerasi perkembangan prestasi yang sangat signifikan.
“BPH akan selalu mendukung apa yang menjadi program baik yang dilakukan oleh UPGRIP. Termasuk saat ini, UPGRIP sudah ada Wakil Rektor IV yang berfokus pada kerjasama dalam rangka pengembangan dunia usaha, Industri dan Kerjasama lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah II Palembang, Prof Dr Ishaq Iskandar, MM mengucapkan selamat kepada U-PGRIP yang terus berkomitmen melahirkan para sarjana yang berkualitas dan dengan berbagai inovasi yang dilakukan oleh UPGRIP.
“LLDIKTI Wilayah II mendorong kepada seluruh Perguruan Tinggi untuk terus berinovasi dalam rangka melahirkan para lulusan Pendidikan Tinggi yang berkualitas” harapnya.
Ketua Umum PB PGRI, Prof Dr Unifah Rasyidi, MPd turut mengapresiasi U-PGRIP yang terus melahirkan para Sarjana yang berkualitas.
Berdasarkan data yang Ia sampaikan, dunia masih mengalami kekurangan 44 juta guru. Indonesia juga masih membutuhkan lebih dari 1,2 juta guru.
PGRI juga akan terus mendorong dan mengawal kesejahteraan para guru seperti pengangkatan PPPK dan lain sebagainya.
“Hal ini terus kita lakukan, dari tingkat nasional hingga ke daerah. Kita berharap para guru dapat lebih sejahtera. Kita juga mendorong para guru untuk juga terus berinovasi dalam melahirkan anak bangsa yang profesional,” katanya.











