Mekkah, Sumselupdate.com – Bukan hanya bus shalawat yang berhenti operasi melayani jamaah haji di tanah suci. Layanan konsumsi juga ikut berhenti sementara seiring datangnya puncak haji. Akibatnya, penjual nasi banyak diserbu jamaah.
Pihak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah memberikan pengumuman bahwa layanan konsumsi jamaah akan berhenti pada tanggal 6, 7, 8, 15, dan 16 Agustus 2017.
Pada tanggal tersebut Pemerintah Arab Saudi sudah mensterilkan lokasi untuk kepentingan kegiatan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Dengan kebijakan ini Kota Mekkah dilarang dilalui angkutan umum, termasuk angkutan catering yang selama ini melayani jamaah haji.
Dengan tidak ada layanan catering ini, jamaah dibebaskan untuk mengupayakan sendiri kebutuhan konsumsinya. Akhirnya, penjual nasi di pasar pagi dadakan di sekitar hotel-hotel tempat menginap jamaah pun diserbu pembeli.
Tidak jarang, ada juga yang mendadak beli peralatan masak. “Biar lebih hemat dan bisa masak sesuai selera,” ujar Emawati, salah satu jamaah haji asal Palembang.
Jamaah pun ada yang berjibaku mencari sendiri tempat catering pengganti. Harga per porsi rata-rata 20 Real.
Bagi yang tidak mau pusing, mereka cukup membeli nasi, sayur, ataupun lauk di pasar dadakan.
“Kami mau praktis saja beli di pasar dadakan ini untuk sarapan, juga untuk makan siang. Kalau makan malam bisa masak mie atau beli lainnya malam hari nanti,” ujar Ruwiyan, salah satu jamaah haji asal OKU Timur. (shn)











