Laut Tasmania Berpendar Merah dan Biru, Ilmuwan Tegaskan Dampak Pemanasan Iklim

Writer: - Rabu, 7 Januari 2026
Orang-orang menikmati pemandangan matahari terbenam di Pantai Port Melbourne di Melbourne, Australia, pada 10 Januari 2025. (Xinhua/Ma Ping)

Melbourne, Sumselupdate.com – Fenomena bioluminesensi yang membuat perairan di sepanjang pantai tenggara Negara Bagian Tasmania, Australia, berpendar merah pada siang hari dan biru pada malam hari, dipastikan para ilmuwan disebabkan oleh pemanasan laut akibat perubahan iklim, bukan pencemaran dari aktivitas budidaya salmon di sekitarnya.

Fenomena yang kembali muncul hampir setahun setelah kejadian serupa ini disebabkan oleh Noctiluca scintillans, plankton laut bioluminesensi yang memakan alga mikroskopis. Ketika mati, organisme tersebut naik ke permukaan dan membentuk lapisan air berwarna merah yang tampak jelas saat perairan terombang-ambing. Informasi ini dilansir Australian Broadcasting Corporation pada Selasa (6/1/2026).

Read More

Otoritas setempat telah mengimbau masyarakat untuk tidak berenang di wilayah perairan yang terdampak. Meski demikian, fenomena alam yang langka ini tetap menarik perhatian banyak warga dan wisatawan yang mendatangi pantai-pantai di selatan Tasmania.

Ahli biologi kelautan Lisa-ann Gershwin menjelaskan, meskipun tampak indah, pertumbuhan Noctiluca dapat melepaskan amonia yang berpotensi menyebabkan iritasi kulit pada manusia. Selain itu, fenomena ini juga dapat menurunkan kadar oksigen di perairan sekitar sehingga mengakibatkan kematian sejumlah hewan laut.

Gershwin menilai kemunculan plankton tersebut merupakan tanda ketidakseimbangan ekologi yang dipicu oleh meningkatnya suhu perairan. Kondisi ini berkaitan dengan penguatan Arus Australia Timur yang terjadi akibat perubahan iklim.

Sementara itu, Profesor Emeritus Gustaaf Hallegraeff dari Universitas Tasmania menegaskan pertumbuhan Noctiluca dipicu oleh nutrisi alami dari laut dalam, bukan dari limbah darat maupun budidaya salmon. Ia menyebut organisme tersebut tidak membutuhkan nutrisi seperti amonia dan urea yang dihasilkan dari aktivitas budidaya.

Meski berisiko minimal bagi manusia, para pakar mengingatkan bahwa kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan Noctiluca dapat membuka peluang munculnya wabah alga berbahaya lainnya, sehingga tetap perlu diwaspadai.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts