Jaminan Lapak Murah Tapi Pasar Ikan Modern Palembang Minim Pedagang, Kenapa?

Pasar Ikan Modern (PIM) Palembang di Jalan MP Mangku Negara, Jumat (6/11/2020).

Palembang, Sumselupdate.com – Pasar Ikan Modern (PIM) Palembang di Jalan MP Mangku Negara yang merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ditarget menjadi one stop shopping nyatanya masih minim pedagang.

PIM ini diresmikan dan dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Gubernur Sumsel Herman Deru, Walikota Palembang Harnojoyo dan jajaran lainnya, Jumat (6/11/2020).

Bacaan Lainnya

Sejak Rabu (4/11/2020) belasan pedagang dari ratusan lapak yang disediakan mulai berjualan meski pembeli masih sepi. Pedagang menilai, Pasar Ikan ini sangat strategis karena berada di tengah kota. Sehingga diharapkan antusias masyarakat untuk belanja ikan hidup, ikan segar juga olahan ikan.

Salah seorang pedagang ikan segar, Zainal mengatakan, awalnya ia berjualan ikan di Pasar Jakabaring. Karena biaya sewa lebih murah dan dekat dengan tempat tinggal, akhirnya ia pindah ke Pasar Ikan Modern ini.

Ia berharap, pedagang yang sudah memutuskan menyewa untuk berjualan agar terlihat ramai dan pembeli berdatangan. Sebab, di hari pertama buka, hanya ada sekitar 5 pedagang saja.

“Hari ini sudah lumayan ramai, dan pembeli juga lumayan dibanding kemarin. Biasanya di Jakabaring sehari pendapatan Rp1 juta – Rp2 juta,” katanya.

Zainal mengatakan, di Pasar Ikan ini pedagang harus membayar uang jaminan Rp1,1 juta, perbulan Rp400.000 dan uang kebersihan harian Rp9.000. Sedangkan di Jakabaring harus membayar uang sewa tahunan Rp6 juta dan uang harian Rp17.000.

Pedagang mendapatkan fasilitas lapak dengan meja seng untuk ikan 1×1 meter, fiber penyimpanan ikan dan mesin EDC untuk transaksi non tunai.

“Uang jaminan itu akan dikembalikan lagi jika pedagang tidak lagi berjualan disini dan tidak melanggar aturan seperti menghilangkan fasilitas yang diberikan,” katanya.

Ikan yang dijual terbilang sangat segar, terlihat dari insang ikan yang terlihat merah. Ikan Dencis dijual seharga Rp35.000, Ikan Kembung Rp40.000, Ikan Tongkol Rp35.000, Ikan Kakap Rp60.000, dan Udang Rp80.000.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti mengatakan, dibangun sejak Juli 2019 dan diselesaikan pada Maret 2020. Pasar ini menempati lahan seluas 9.319 m2 yang terdiri dari 2 lantai dengan total luas bangunan 6.348 m2.

Adapun fasilitas di PIM terdiri dari lapak ikan hidup, segar dan olahan sebanyak 154 unit foodcourt 10 unit, coldstorage kapasitas 15 ton 1 unit, ice flake machine kapasitas 1,5 ton/hari sebanyak 1 unit, tempat bongkar muat, IPAL serta fasilitas penunjang berupa kantor pengelola, ruang promosi, ruang kesehatan dan mushola.

“Saat ini jumlah pedagang yang memanfaatkan PIM Palembang sebanyak 164 orang yang terdiri dari pedagang ikan segar, ikan hidup, restoran/kuliner dan komplimenter,” katanya. (Iya)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.