Dari Persidangan, Terungkap Dua Kurir Shabu Asal Aceh Dijanjikan Upah Rp20 Juta

Persidangan perdana kurir shabu asal Aceh, Jumat (6/11/2020)

Palembang, Sumselupdate.com – Kasus narkotika yang melibatkan dua terdakwa kurir shabu asal Provinsi Aceh, dengan barang bukti seberat 586 gram, hasil tangkapan BNN Provinsi Sumsel, jalani sidang perdana.

Sidang pertama dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Adi Bayu Kusuma SH, dijalani secara virtual di Pengadilan Negeri Palembang Klas 1A Khusus Sumsel, Jumat (6/11/2020).

Bacaan Lainnya

Dua tedakwa yakni Junaidi dan Irawandi dihadirkan oleh JPU dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Abu Hanifah SH MH dalam sambungan telekonfrens.

Dalam dakwaannya, JPU menyebutkan, bermula saat petugas BNN Sumsel menindak lanjuti adanya informasi bahwa sekitar Juli ada transaksi gelap narkotika jenis shabu yang dibawa dari Aceh menuju Palembang, yang dibawa menggunakan mobil jenis Colt melalui Jambi.

Disaat mobil yang dikendarai oleh para terdakwa parkir disebuah rumah makan Babat Supat Muba, petugas langsung menggeledah dan ditemukan barang bukti berupa Narkotika jenis Sabu berupa 1 (satu) bungkus plastik bening yang dilakban warna  hitam berisi Narkotika jenis sabu dengan berat sekitar hampir 600 Gram yang disimpan didalam filter udara mobil.

“Saat diinterogasi oleh petugas, kedua terdakwa mengakui mengantarkan paket narkotika jenis sabu atas perintah Rahman (DPO) untuk diantar kepada Asmadi (DPO) di PALI dengan upah masing-masing Rp10 juta,” ugkap jaksa Adi.

Mendengar dakwaan yang dibacakan itu, kedua terdakwa yang didampingi penasihat hukum Supendi SH MH SPPA CLA CTLA CMIC Mediatur dari Posbankum PN Palembang tidak mengajukan keberatan atas dakwaan tersebut.

Kedua terdakwa mengakui mereka disuruh oleh Rahman dari Aceh dengan upah sebesar Rp10 juta.

“Benar pak, kami mendapat upah untuk mengantarkan barang itu masing-masing Rp10 juta namun baru kami terima Rp3 juta saja, sisanya setelah barang sampai,” kata Irwandi.

Atas perbuatan kedua terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.