Pagaralam, Sumselupdate.com – Setelah Kuswanto (28), warga Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, tewas diterkam harimau pada 17 November 2019 silam.
Kali ini serangan hewan buas ini kembali terjadi. Kali ini menimpa Marta Rulani (24) bin Alfian, warga Tebat Benawa, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam.
Korban diterkam harimau di bagian paha sebelah kanan dengan luka gigitan dan cakaran kuku hewan buas tersebut. Beruntung korban selamat dari maut.
Peristiwa menggegerkan warga Kota Pagaralam ini terjadi, Senin (2/12/2019) sekitar pukul 09 00.
Ican, kakak kandung korban menuturkan pagi tadi adiknya sedang menyiangi rumput di kebun kopi. Namun tiba-tiba korban mendadak berteriak kesakitan.
“Memang kami lagi berkebun tapi saya berada di dalam pondok atau dangau untuk menyiapkan makanan. Tiba tiba adik saya berteriak sontak saja kami berlari menghampirinya,” ujar dia.
Ican mengaku, melihat korban tengah bergulat dengan harimau, dia mencoba mendorongkan anak tangga ke bagian kepala harimau untuk melepaskanya adiknya dari terkaman hewas buas itu.
“Syukur harimau tersebut melepaskan gigitannya di bagian paha adik saya,” katanya.
Menurut Ican, setelah harimau itu melepaskan gigitannya, korban berusaha berlari.
“Saya lihat harimau tersebut sebesar anak sapi, kami bergegas membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis,” ucapnya
Sementara itu Camat Dempo Selatan Dra Suterimawati, MM membenarkan warganya bernama Marta digigit oleh harimau saat berkebun.
“Untuk saat ini bagi warga Dempo Selatan khusunya yang berkebun di kebun hutan adat Tebat Benawa untuk tidak berkebun. Sampai waktu benar benar aman dan kondusif,” imbaunya. (ric)











