Muarabeliti, sumselupdate.com – Alih fungsi lahan pertanian diwilayah Kabupaten Musi Rawas (Mura) terus saja berlangsung setiap tahunnya. Kurun waktu lima tahun terakhir ada 30 hektare lahan pertanian beralih fungsi menjadi perkebunan. Penyebabnya, ada dugaan banyaknya kolam air deras yang berada disekitar irigasi.
Menurut seorang petani yang namanya enggan disebutkan mengatakan banyaknya lahan pertanian beralih fungsi karena ketersedian air yang kurang akibat banyalnya kolam air deras.
Puluhan hektar sawah yang beralih fungsi tersebut tersebar di beberapa kecamatan dalam wilayah kabupaten Mura, di antaranya Desa M Sitiharjo Kecamatan Tugu Mulyo dan ada juga di kecamatan lainya.
Dikatakannya sebagian besar lahan persawahan yang beralih fungsi itu, dijadikan kebun ubi singkong dan jagung . Sebab, harga singkong cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para petani.
“Singkong ini dijual kepad pengusaha keripik dan kerupuk. Bukan hanya itu kita juga mengantar ke provinsi jambi dan kota Palembang,”jelasnya.
Penyebab lainnya, banyak irigasi di sekitar persawahan petani rusak , sehingga pasokan air ke sawah tidak berjalan optimal seperti yang di harapkan.
“Alasan inilah, para petani di Desa Sitiharjo mengalih fungsikan sawahnya menjadi kebun ubi singkong dan jagung.
Sementara itu, seorang petani Ahmad Sutarman (51) menjelaskan bahwa dia menanam singkong sudah sejak lima tahun lalu. Dia beralih menanam singkong karena pasokan air tidak lancar akibat banyaknya kolam air deras.
“Kalau kolam air deras tidak mengambil air persawahan pasti air akan normal dan lancar. Kami berharap kepada pemerintah agar bisa mengambil ketegasan kepada pengusaha kolam air deras agar kami bisa kembali membuka lahan persawahan lagi,”pintanya. (Ain)











