Pagaralam, Sumselupdate.com – Seorang pemuda meninggal dunia setelah tenggelam di kawasan Curup Mangkok, Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (22/4/2026) dini hari. Insiden tragis ini diduga terjadi setelah korban bersama rekannya mengabaikan peringatan penjaga lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 03.30 WIB. Korban bersama dua rekannya datang ke lokasi dan berencana mandi di curup. Sebelum menuju lokasi air, ketiganya sempat meminjam senter kepada penjaga setempat.
Dalam kesempatan tersebut, penjaga telah mengingatkan agar mereka tidak mandi di kawasan curup karena berbahaya, terutama pada dini hari. Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan.
Sekitar pukul 04.00 WIB, salah satu rekan korban kembali mendatangi penjaga dalam kondisi panik. Ia meminta pertolongan setelah mengetahui temannya tenggelam saat mandi.
Laporan kejadian kemudian diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pagaralam sekitar pukul 04.54 WIB. Tim BPBD segera melakukan respons cepat dengan menuju lokasi kejadian.
Baca Juga: Tragedi di Curup Mangkok Pagaralam, Pemuda 23 Tahun Ditemukan Meninggal
Sekitar pukul 06.00 WIB, dua regu BPBD tiba di lokasi dan langsung melakukan pencarian. Upaya yang dilakukan antara lain membuka pintu air untuk mengurangi debit serta memasang peralatan evakuasi.
Kasubbid Logistik BPBD Pagaralam, Panca Putra, mengatakan pencarian dilakukan secara terkoordinasi dengan pembagian tugas di lapangan.
“Tim langsung melakukan tindakan cepat, termasuk mengurangi debit air untuk memudahkan pencarian korban,” ujarnya.
Baca Juga: Bocah 5 Tahun Asal Lahat Tewas Tenggelam di Kolam Renang Hotel di Pagaralam
Sekitar 15 menit setelah pencarian dimulai, korban akhirnya ditemukan. Namun, saat dievakuasi, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut, sementara tim BPBD kembali ke markas setelah proses evakuasi selesai.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan peringatan keselamatan, khususnya di kawasan wisata alam yang memiliki risiko tinggi, terlebih pada waktu-waktu rawan seperti dini hari.
(**)











