Jakarta, Sumselupdate.com – Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan resmi memakai rompi tahanan KPK. Politikus PAN itu ditahan selama 20 hari pertama.
Taufik keluar dari lobi KPK pada pukul 18.19 WIB, Jumat (2/11/2018). Dia sudah mengenakan rompi tahanan warna oranye.
“Tersangka TK ditahan selama 20 hari pertama di Rutan KPK C-1,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.
Taufik sebelumnya dua kali absen saat dipanggil KPK pada 25 Oktober 2018 dan 1 November 2018.
Untuk panggilan 1 November kemarin, Taufik disebut sedang berada di daerah pemilihan karena masa reses DPR.
KPK menjerat Taufik sebagai tersangka karena diduga menerima duit Rp3,65 miliar dari Yahya Fuad. Uang itu diduga terkait dengan perolehan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada APBN-P 2016. Sprindik Taufik sendiri sudah terbit pada 18 Oktober 2018.
“Setelah pelantikan (sebagai Bupati Kebumen), MYF (Muhamad Yahya Fuad) diduga melakukan pendekatan kepada sejumlah pihak, termasuk anggota DPR, salah satunya TK (Taufik Kurniawan),” ucap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan seperti dilansir detikcom, Selasa (30/10).
Basaria menyebut Taufik diduga dianggap mewakili dapil Jawa Tengah. Saat itu rencana alokasi DAK sekitar Rp100 miliar.
Pada kesempatan itu, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengimbau Taufik Kurniawan memberikan keterangan yang jujur dalam kasus dugaan suap dari Bupati Kebumen nonaktif Muhamad Yahya Fuad.
Taufik diminta tak menutupi apa pun dalam proses penyidikan. “Kami ingatkan yang bersangkutan sebagai tersangka atau para saksi dalam kasus ini kooperatif juga dan secara jujur memberikan keterangan. Tidak ada gunanya menutupi informasi,” kata Febri Diansyah.
Febri menyatakan KPK sudah punya bukti. Antara lain soal dugaan pertemuan-pertemuan di gedung DPR dan hotel hingga dugaan aliran duit ke Taufik.
“Kami sudah memiliki bukti yang cukup kuat terkait dengan dugaan pertemuan di hotel maupun kantor DPR dan dugaan aliran dana yang kami duga ada 3 tahap. KPK sudah mengidentifikasi dana yang ketiga, yang tidak jadi diberikan karena ada tangkap tangan pada 2016 lalu juga sudah kami sita dari pihak swasta. Jadi sudah teridentifikasi secara lengkap,” jelas Febri.
Selain itu, Febri menyebut ada dugaan pertemuan antara Yahya Fuad dengan pihak selain Taufik. Namun, KPK baru memiliki bukti dugaan aliran dana ke Taufik hingga Taufik yang diproses lebih dulu. (hyd/dtc)











