Baturaja, Sumselupdate.com – Para korban keracunan akibat usai mengonsumsi bakso bakar yang kebanyakan anak-anak dari Kecamatan Peninjauan, Kabupaten OKU, hari ini Selasa (29/3), sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
Camat Peninjauan, Feri Iswan AP MSI mengatakan, sejak dirawat di beberapa rumah sakit, para korban diduga keracunan bakso bakar yang kebanyakan anak-anak satu persatu sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya dikarenakan kondisi kesehatan sudah mulai membaik pasca mengalami mual dan muntah akibat usai mengkonsumsi bakso bakar.
“Untuk korban keracunan yakni sebanyak 42 orang semuanya dalam kondisi sehat, dan saat ini setelah dirawat inap juga sudah satu persatu pulang ke rumah,” kata Feri, saat dikonfirmasi pagi ini.
Menurut dia, meskipun 42 anak-anak tersebut sudah pulih dan sehat, kasus dugaan keracunan makanan jenis bakso bakar ini, masih diperiksa dan ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian untuk kepentingan pemeriksaan penyidikan lebih lanjut.
Selain masih ditindaklanjuti oleh pihak Polsek Peninjauan, pihaknya juga telah mengirimkan bukti sampel atau contoh makanan bakso ke pihak Dinas Kesehatan OKU guna diperiksa dan diteliti oleh pihak BPPOM Sumsel.
“Kasus ini masih ditangani oleh pihak kepolisian melalui Polsek Peninjauan untuk pengembangan lebih lanjut. Selain itu untuk sampel bakso sudah kita serahkan ke pihak Dinkes OKU untuk dikirim ke BPOM Sumsel di Palembang,” terangnya.
Sementara, terkait kejadian luar biasa yang menimpa puluhan anak-anak di Desa Kepayang, Kecamatan Peninjauan Kepala Dinas Kesehatan OKU, Suharmasto SKM mengaku, pihaknya sudah menerima sampel makanan bakso bakar yang diduga menjadi penyebab keracunan. Selain telah mengirimkan sample bakso bakar ke pihak BPOM Palembang untuk diperiksa, pihaknya juga sudah menyampaikan instruksi kepada seluruh jajaran Puskesmas di tiap kecamatan untuk mengawasi peredaran jenis makanan yang rawan mengandung zat yang diduga bisa menyebabkan keracunan.
“Setelah mendapat informasi, kami langsung meninjau ke rumah sakit. Dari laporan yang kami terima saat ini para pasien anak-anak keracunan sudah mulai membaik dan sudah diperbolehkan pulang,” terangnya.
Disinggung upaya pihaknya agar kejadian serupa tidak sampai terulang kembali, Masto menyampaikan, pihaknya juga telah menghimbau melalui Puskesmas di tiap wilayah kecamatan mengenai perlunya kehatian-hatian warga terutama para orang tua, dalam membeli makanan atau jajajan yang dijual para pedagang makanan terutama jenis makanan siap saji yang dijual kepada anak-anak. (yan)











