Konjen RI Jeddah: Bahasa Pintu Masuk Mengenal Bangsa dan Budayanya

Jeddah, Sumselupdate.com – Konsul Jenderal (konjen) RI Jeddah Eko Hartono menyatakan, bahasa merupakan pintu masuk untuk mengenal suatu bangsa dan budayanya. Pernyataan itu ia sampaikan di sela sambutannya pada penutupan program kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) angkatan ke-17.

Acara penutupan yang berlangsung Senin, (23/11/2020), di ruang pertemuan Gedung Pelayanan Terpadu (Yandu) KJRI Jeddah dihadiri seluruh peserta yang telah dinyatakan lulus oleh panitia pelaksana BIPA dan para home staff KJRI Jeddah.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 120 orang dari berbagai warga negara mendaftarkan diri untuk mengikuti kursus BIPA angkatan ke-17. Dari jumlah tersebut, 67 calon peserta diterima untuk mengikuti program setelah dilakukan seleksi berkas dan pernyataan alasan mengikuti kursus.

Kelas dibagi dua, kelas laki-laki dan kelas perempuan dengan jadwal belajar yang berbeda. Di akhir pertemuan tersisa 30 orang peserta yang akhirnya dinyatakan berhak memperoleh sertifikat berdasarkan prosentase kehadiran tidak kurang dari 70 persen dan lulus ujian lisan dan tulisan.

Para peserta umumnya berwarga negara Saudi. Sisanya terdiri dari Warga Negara Yaman, Mesir dan Perancis.

Kursus dimulai pada pekan kedua Februari, tetapi di pertengahan Maret kegiatan kelas secara tatap muka terpaksa dihentikan karena pandemi Covid-19 menyusul kebijakan lockdown oleh pemerintah Saudi.

Untuk menuntaskan program, kegiatan kelas tetap dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom dan WhatsApp group. Demikian pula kegiatan ujian lisan dan tulisan yang dilakukan secara online.

Diakui oleh Konjen Eko Hartono dalam sambutannya, kegiatan belajar bahasa Indonesia secara virtual memicu tantangan tersendiri, pasalnya belajar bahasa itu memerlukan interaksi antarpeserta dan pengajar secara intensif.

Namun demikian, Konjen mengapresiasi semangat para peserta yang terus mendorong agar kelas tetap berlangsung meskipun secara daring dengan segala keterbatasannya.

“Kalau dalam kelas offline (tatap muka), Anda semua bisa berdialog dengan guru. Bisa bercakap-cakap dengan teman di samping Anda. Bisa sambil bercanda. Pasti ada penjelasan-penjelasan lebih rinci. Namun demikian Anda tetap semangat mengikuti kelas,” imbuh Konjen Eko Hartono.

“Ini menunjukkan komitmen dan kecintaan Anda terhadap bahasa Indonesia, bangsa Indonesia dan hal lain yang terkait dengan Indonesia,” tambahnya.

Untuk merawat jalinan persahabatan para alumni BIPA, Konjen menggagas pertemuan atau reuni alumni dengan mendatangkan seniman dan chef masakan khas nusantara dari tanah air, serta terus mengupayakan berdirinya Indonesian Center di perguruan-perguruan tinggi di Arab Saudi. (rel)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.