Konflik Sesama Menteri Dinilai Tak Bisa Selesai dengan Imbauan Presiden

Minggu, 13 Maret 2016
Presiden Jokowi

Jakarta, Sumselupdate.com – Gaduh antar anggota kabinet mengundang tanda tanya publik. Adakah yang kurang dalam koordinasi antar menteri? Kondisi ini sekaligus membuat prihatin banyak pihak. Dalam beberapa kesempatan, Presiden Jokowi selaku nahkoda dalam kabinet, berulangkali memberikan himbauan kepada para menterinya untuk mengurangi kegaduhan tersebut.

Namun, pakar hukum tata negara, Margarito Kamis memberikan pendapat. Bahwa penyelesaian konflik di antara sesama anggota Kabinet Kerja tidak cukup diselesaikan dengan imbauan Presiden.

Read More

Menurut dia, diperlukan cara-cara tertentu agar menteri-menteri yang terlibat konflik dapat memiliki visi dan misi yang sama dengan Presiden.

“Lucu dan aneh saat menteri ada yang beda pendapat fundamental di publik, tetapi Presiden cuma berikan imbauan melalui juru bicara,” kata Margarito dalam diskusi politik di Cikini, Jakarta, Minggu (13/3/2016) sebagaimana dilansir dari Kompascom.

Menurut Margarito, dibutuhkan instruksi atau perintah yang lebih dari sekadar imbauan Presiden kepada menteri-menteri.

Pada kebutuhan tertentu, bahkan Presiden bisa memutuskan untuk mengganti menteri yang tidak menjalankan instruksi.

Pengamat politik dari lembaga Partisipasi Indonesia, Arie Ariyanto, juga mengatakan hal serupa. Menurut dia, salah satu kunci untuk mengatasi masalah tersebut adalah ketegasan sikap dari Presiden.

“Sistem tata negara kita sudah menjelaskan Presiden harus bagaimana. Ini misalnya terkait pernyataan menteri mengenai kebijakan yang belum diputuskan oleh pemerintah,” ucap Arie.

Selain itu, menurut Arie, pernyataan untuk mengatasi persoalan di kementerian sebaiknya disampaikan langsung oleh Jokowi.

Penyampaian imbauan oleh juru bicara dinilai berpotensi membuat kegaduhan baru di antara bawahan Presiden.

“Bukannya apriori pada jubir Presiden. Namun, pada saat terjadi silang pendapat di kementerian, bisa jadi malah jubir turut berkontribusi membuat gaduh,” ujar Arie. (adm3)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts