Palembang, Sumselupdate.com – Masih ada kendala terhadap lahan, Komisi VI DPR RI mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk segera menyelesaikan masalah lahan tersebut karena menjadi kendala dalam proses percepatan pembangunan Light Rail Transit (LRT) Palembang.
Dari hasil kunjungan kerja Komisi VI DPR RI di Palembang, Kamis (8/2/2018) diketahui bahwa pembangunan LRT masih terganjal masalah lahan, khususnya pada tujuh titik di lima stasiun pemberhentian yang akan menjadi akses keluar masuk penumpang.
Pimpinan Rombongan Kunker Komisi VI DPR RI, Azam Azman Natawijana, mengungkapkan, masalah lahan harus diselesaikan mengingat waktu pengerjaan yang semakin sempit. Bila tidak, dikhawatirkan akses penumpang tidak akan optimal atau bahkan pengerjaannya tidak akan selesai sebelum target.
“Harus ada percepatan. Bila tidak, kita khawatirkan pada waktu Asian Games tidak selesai di masing-masing stasiun. Jadi harus ada solusi dan percepatan,” tegas Wakil Ketua Komisi VI ini.
Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Nasrun Umar, mengaku Pemerintah Provinsi telah menganggarkan dana sebesar Rp 50 miliar dari APBD 2018 untuk pembebasan lahan akses penumpang di stasiun LRT.
Pembebasan lahan pun terus dikebut untuk memastikan pengerjaan rampung sesuai jadwal.
“Saat rapat dengan KSP (Kantor Staf Kepresidenan) sudah saya sampaikan sikap Pemprov Sumsel bahwa semua masalah lahan yang dianggap masih menjadi kendala bagi stasiun-stasiun LRT harus diselesaikan segera,” tegas Nasrun.
Sementara Kepala Proyek LRT Palembang, Masudi Jauhari mengakui saat ini ada tujuh akses stasiun yang masih terkendala lahan. Ketujuh akses stasiun tersebut yakni Simpang Polda, Stasiun Telkom, Stasiun Demang Lebar Daun, dan beberapa stasiun lainnya.
Menurutnya, jika pembebasan lahan ini tidak dilakukan maka stasiun tersebut tetap berjalan hanya saja fungsional.
“Seharusnya satu stasiun tersebut ada dua akses menuju stasiun. Tapi, karena terkendala lahan jadi hanya satu akses saja untuk naik dan turunnya penumpang stasiun,” jelasnya. (adi)











