Komisi IX DPR Akan Bahas Soal Pembentukan Pansus Polisi Udara

Jumat, 25 Agustus 2023
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris.

Jakarta, sumselupdate.com – Komisi IX DPR RI didorong membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna mencari solusi mengatasi polusi udara yang tengah menghantui masyarakat, khususnya di Jabodetabek. Dengan melibatkan lintas sektor, diharapkan ada kebijakan lebih komprehensif mengatasi persoalan polusi udara.

“Kami mendapat beberapa saran, bagaimana kalau kita mengusulkan ke pimpinan DPR membuat Pansus mengatasi masalah polusi udara. Bukan hanya di Jabodetabek, tetapi di seluru Indonesia,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris dalam di Jakarta, Kamis (24/8/2023).

Read More

Usulan pembentukan Pansus muncul dalam rapat bersama Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) yang melakukan audiensi dengan Komisi IX DPR hari ini. Dalam pertemuan tersebut, seluruh dokter yang tergabung dalam PDPI sepakat permasalahan polusi udara harus diselesaikan melalui lintas sektoral.

Menurut PDPI, mengatasi masalah polusi udara bukan hanya mencari solusi terkini, namun menemukan sebuah formula tindakan pencegahan yang meminimalisir timbulnya polutan di udara.

Oleh karena itu Charles menyatakan Komisi IX DPR akan melakukan rapat membahas kemungkinan dibentuknya Pansus Polusi Udara.

“Kita akan melakukan rapat internal dan nanti kita bisa putuskan di sana. Keputusan ada atau tidak Pansus nanti diputuskan bersama-sama pimpinan DPR dengan mendapatkan masukan dari komisi lain,” tuturnya.

PDPI menambahkan, penyebab memburuknya kualitas udara tak hanya disebabkan satu faktor seperti akibat polutan dari kendaraan bermotor. Tapi juga pembangkit listrik dan pabrik yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakar.

Kemudian asap rokok juga menjadi penyumbang polutan di udara yang memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Untuk itu, menurut Charles, diperlukan kerja sama lintas sektoral untuk menghadapi masalah.

“Kalau kita membuat Pansus nanti kita bisa melibatkan teman-teman lintas sektor baik dari yang berkaitan dengan transportasi, KLHK (urusan lingkungan hidup) dan industri. Sehingga nanti rekomendasi dikeluarkan juga bisa diterapkan,”jelas Legislator dari Dapil Jakarta III ini.

Charles menambahkan, untuk menekan polusi udara memerlukan sikap yang berkelanjutan dan berkesinambungan. Dengan harapan, kualitas udara di Indonesia, khususnya di Jabodetabek, tetap terjaga di kemudian hari.
“Sekali lagi masalah kesehatan ada di ujungnya. Ada akibat dan dampaknya, tetapi permasalahan utama yang harus segera dibenahi mengapanya. Sehingga kita harus mencari solusi berkelanjutan,” papar Charles.

Jadi lanjut dia, diperlukan perencanaan secara nasional yang diadakan bergotong royong antar lintas kementerian. Melibatkan seluruh stakeholder dari pemerintah pusat maupun daerah.

Pembentukan Pansus juga didukung beberapa komisi selain Komisi IX yang membidangi urusan kesehatan. Hal ini mengingat masalah polusi udara harus dikerjakan bersama-sama.

“Dengan pimpinan Komisi IV (urusan lingkungan hidup) dan komisi VII (energi) secara informal, mereka mengatakan ya memang kalau mau menyelesaikan permasalahan ini harus bersama-sama. Maka wacana terkait Pansus, penanganan polusi Jabodetabek bukan sesuatu yang mungkin untuk dilakukan,” tutur Charles.

Menyinggung soal adanya usulan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk meminimalisir dampak kesehatan dari polusi udara bagi anak. Ia menilai, hal tersebut hanya solusi jangka pendek.

“Bagi saya hal ini solusi yang bukan solusi permanen dan harus menjadi opsi terakhir. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts