Jakarta, Sumselupdate.com – Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Davao telah menyelesaikan proses identifikasi terhadap Minhati Madrais, istri salah seorang pemimpin kelompok teroris Maute di Marawi.
Proses identifikasi yang meliputi pemeriksaan biometrik wajah dan sidik jari itu dilaksanakan pada 10 November 2017.
“Proses identifikasi tersebut dilakukan untuk memastikan kewarganegaraan Minhati Madrais, mengingat paspor (yang ditemukan bersamanya saat ditangkap oleh aparat Filipina) miliknya sudah habis masa berlaku pada Januari 2017,” papar rilis resmi dari Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Minggu (12/11/2017).
“Hasil identifikasi menunjukkan kesamaan data dengan paspor Minhati Madrais yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Karawang pada Januari 2012,” lanjut rilis tersebut.
Pada kesempatan yang berbeda, Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Lalu Muhammad Iqbal memaparkan alasan lain di balik proses identifikasi tersebut.
“Paspornya (Minhati) expired pada Januari 2017. Yang jadi pertanyaan, apakah dia tidak memperpanjang masa berlaku paspornya karena sudah dapat kewarganegaraan di Filipina atau semata-mata karena tak dapat akses ke KJRI untuk perpanjangan. Itu yang coba kita pastikan,” kata Iqbal di Jakarta pada 9 November 2017.
Sebelumnya, Juru Bicara Kemlu RI Arrmanatha Nasir mengatakan, proses identifikasi juga ditujukan agar pemerintah Indonesia mampu mengambil sejumlah langkah terhadap yang bersangkutan — yang saat ini terancam pidana berdasarkan hukum setempat.
“Kami baru bisa mengambil langkah selanjutnya setelah dapat konfirmasi identifikasi. KJRI Davao di Filipina sudah mewakili Kemlu untuk melakukan identifikasi awal. Selanjutnya kita masih harus melakukan pendalaman,” kata Arrmanatha Nasir pada Kamis 9 November 2017.
Sementara itu, ketika ditanya mengenai nasib keenam anak Minhati yang ikut ditangkap, Arrmanatha mengatakan, “Tentang anak-anaknya, kita harus tentukan dulu konfirmasi status kewarganegaraan Minhati.”
“Setelah itu, kita lihat, kalau memang sudah confirm, baru kita ambil langkah selanjutnya. Kita gak bisa ambil langkah tertentu sebelum ada konfirmasi.” (pto)











