Kisruh Mitra Dapur MBG Tidak Dibayar Pemerintah Prabowo, Begini Kondisi di Sumsel

Sabtu, 19 April 2025
Sulaiha Susi, Mitra MBG Dapur Ilir Timur III, saat sedang menunjukkan kondisi dapur MBG. (Foto Sumselupdate/ Fitri)

Palembang, Sumselupdate.com- Kisruh mitra dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalibata, Jakarta tidak dibayar oleh pemerintah masih jadi perbincangan hangat. Bahkan disebut penyedia makanan program Presiden Prabowo Subianto ini rugi hingga Rp1 miliar.

Program MBG telah berjalan di Indonesia termasuk di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) sejak 6 Januari 2025. Sejauh ini sistem yang digunakan dengan dana talangan atau reimburse. Artinya menggunakan dana para Mitra MBG dulu lalu dibayarkan oleh pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN).

Read More

Mitra MBG Dapur Ilir Timur III Kota Palembang, Sulaiha Susi mengatakan, pada prakteknya, menjadi Mitra MBG selain perlu memiliki kecukupan modal juga ketelitian dalam kerja dan pemberkasan.

“Sejauh ini pembayaran lancar dari BGN (pemerintah) ke mitra, soal pembayaran tidak ada kendala di Sumsel khususnya Palembang, tetap cair 2 Minggu sekali,” katanya, Sabtu (19/4/2025).

Menurutnya, persoalan dapur MBG di Kalibata yang setop operasional, disebabkan karena mitra MBG tersebut tidak ada kerjasama dan koordinasi baik dengan pemerintah maupun BGN. Kesalahan terletak di dalam internal pengelolaan dapur.

“Sejak dapur Ilir Timur III beroperasi pada gelombang kedua di 17 Februari, tidak ada masalah. Pandangan kami sebagai mitra, kesalahannya dari mereka, dari pemerintah selama ini tidak ada kendala. Penagihan yang lalu sudah dibayarkan, tunggakan dari sebelum lebaran sudah selesai,” jelas Susi.

Bahkan lanjutnya pada akhir April 2025, pembayaran dana MBG untuk mitra dari BGN tidak lagi sistem talangan dan uang operasional akan dibayarkan saat awal. Kondisi ini kata Susi, jadi angin segar bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang jadi bagian pelaksana MBG sebagai penyedia dapur.

“Setelah lebaran ini tidak ada lagi penagihan (dari dapur ke BGN soal dana MBG). Yang belakang (dana MBG) jiga tidak ada lagi tersisa bayaran (yang belum diberikan) uang-uang sudah dibayar,” jelasnya.

Persoalan dapur MBG yang tutup dan tidak ada pencairan dana atau tidak ada pembayaran ke pihak penyedia makanan menu MBG, karena kemungkinan antar mitra dan SPPI setempat tidak ada komunikasi baik. Dana operasional MBG langsung masuk ke mitra tanpa ada perantara.

“Jadi, pembayaran akan lancar dari BGN, asalkan kita bekerjasama dari bagian SPPI untuk memberi tagihan (ke BGN) dengan cepat dan tidak ada kesalahan adminstrasi,” katanya.

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts