Khawatir Kasus Penipuan Bakal Di-SP3-kan Wanda Minta Atensi Pejabat Kepolisian

Laporan : Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Khawatir di-SP3-kan kasus penipuan bisnis jual beli properti hingga Rp2,1 miliar yang menimpa Wanda Osnawi warga Jalan Dr M Isa Lorong Cinta Damai, Kelurahan Duku, Kecamatan Ilir Timur II Palembang, pelapor meminta atensi pejabat kepolisian.

Read More

Wanda, pelapor dugaan kasus penipuan atau penggelapan dengan sangkaan pasal 378 dan pasal 372 KUHP melaporkan Kus Puji Handayani dengan bukti Laporan Polisi Nomor : LPB/747/X/2020/SUMSEL/SPKT tanggal 5 Oktober 2020.

Khawatir laporannya tersebut di-SP3-kan, Wanda berharap Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Kadivpropam Irjen Pol Ferdy Sambo, dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto untuk mengatensi laporannya tersebut.

“Karena dalam proses penyelidikan yang ditangani Subdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Sumsel saya telah dipanggil untuk dimintai keterangan dan sejumlah bukti sudah saya serahkan kepada penyidik,” kata Wanda Osnawi kepada wartawan Selasa (21/12/2021).

Tim penyidik juga sudah mengeluarkan surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan Perkara (SP2HP), pada tanggal 4 September 2021 lalu dengan nomor : SP2HP/X/2020/Ditreskrimum tanggal 8 Oktober 2020.

“Karena laporan sudah berjalan setahun. Setelah SP2HP saya terima akan ada penetapan tersangka karena di dalam SP2HP penyidikan akan dilakukan dalam waktu 60 hari. Selain mengeluarkan surat SP2HP, penyidik juga sudah menerbitkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) yang dikirimkan ke Kejaksaan Tinggi Sumsel,” ungkap Wanda.

“Artinya dalam laporan yang saya buat, penyidik sudah memiliki bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan terlapor sebagai tersangka kasus penipuan dan atau penggelapan yang saya alami dengan kerugian Rp2,1 miliar,” lanjutnya.

Dikatakan Wanda, dirinya sangat khawatir dari hasil gelar perkara nantinya penyidik Subdit I Kamneg memutuskan laporan yang dibuatnya akan di-SP3-kan,”Inilah yang saya khawatirkan nanti hasil gelar perkara laporan saya di-SP3-kan. Makanya saya minta keadilan kepada Kapolri, Kadivpropam dan Kapolda Sumsel untuk mengatensi dan mengawal laporan saya dengan mengusut tuntas kasus penipuan dan penggelapan yang saya alami,” bebernya.

Polisi dalam menegakkan hukum demi terciptanya keadilan di tengah-tengah masyarakat harus berdasarkan bukti dan tanpa ada pilih bulu dan intervensi dari pihak manapun.

“Kalau laporan ini tidak di proses apalagi sampai dihentikan penyidikan nya sangat terkesan sekali terlapor Kus Puji Handayani kebal hukum,” pungkasnya.

Wanda menceritakan penipuan yang dialaminya terjadi pada Januari 2020 lalu di rumahnya di Jalan Dr M Isa, Lorong Cinta Damai, Kelurahan Duku, Kecamatan Ilir Timur II Palembang.

Berawal dari Januarizkan pemilik kos-kosan memberikan kuasa kepada terlapor Kus Puji Handayani untuk menjual kosannya di Jalan R Sukamto Lorong Pancasila depan PTC Mall Palembang senilai Rp13,5 miliar.

Melalui saudaranya Michael terhubunglah ke Wanda Osnawi yang minat membeli kosan tersebut.

Setelah mendapatkan kesepakatan pada pertemuan korban Wanda diminta untuk membayar uang muka DP Rp1,5 miliar berupa cek kontan yang diberikan terlapor Kus Puji Handayani.

Dari DP yang sudah diberikan ke Kus Puji Handayani. Korban Wanda mendapatkan surat somasi dari Januarizkan untuk melakukan perlunasan atas kesepakatan kosan yang akan dibeli korban Wanda.

Kus Puji Handayani juga melalui kuasa hukum mensomasi Wanda agar membayar sisa pembayaran kepada terlapor. Karena merasa menjadi korban penipuan Wanda lalu membuat Laporan ke Polda Sumsel.

“Agar ada tindak lanjut bisa uang yang saya bayarkan sebagai DP bisa dikembalikan karena total uang DP yang sudah dibayarkan total Global Rp2,1 miliar,” tutup Wanda. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.