Palembang, Sumselupdate.com – Kesuksesan Festival Perahu Biduk Lancar atau yang disingkat Bidar dalam perayaan HUT RI ke 80 yang diselenggarakan di Kota Palembang, tak terlepas peran penjaga maritim dari tiap instansi yang sangat berkontribusi dalam acara tersebut.
Hal sederhana yang paling pertama dapat dinilai dari perayaan tahunan kemerdekaan Indonesia yang diselenggarakan Pemkot Palembang itu terlihat bahwa pacuan perahu bidar lancar tanpa hambatan.
Keberhasilan yang harus diakui bila dibandingkan dengan penyelenggaraan lomba perahu bidar ditahun lalu yang diwarnai sejumlah insiden yang begitu krodit, yang menjadi catatan besar bagi peran para Askar dari 2024.
Askar sendiri merujuk literasi sejarah Kesultanan Palembang Darussalam. Bahwa perahu bidar dimasa itu menjadi kendaraan patroli maritim dari prajurit Kesultanan Palembang Darussalam yang dinamai Askar.
Peran askar dimasa lalu itu lah yang kini dipegang oleh sejumlah instansi diantaranya Polri, TNI, BNPB, KSOP. Dimana dengan disiplin yang mereka miliki masing-masing semuanya bahu membahu memastikan pacuan perahu bidar sepanjang 1500 meter steril tanpa hambatan.
Baca juga : Ketua DPR Bicara Isu Perempuan dan Perlindungan PMI Kepada Parlemen Timor Leste
Salah satunya, diungkapkan Kabag Ops Polrestabes Palembang Kompol Musa Jedi Perdana dia mengkhususkan pengerahan 300 anggotanya dari Satpolair dan dibantu Ditpolair Polda Sumsel untuk mengamankan lintasan para pendayung.
“Hasil kesepakatan kami dengan instansi terkait, zona jalur bidar akan bersih (steril). Kami akan memastikan masyarakat yang menonton agar tidak mendekati zona lomba. Polair dari Polda dan Polrestabes juga turun,” tegasnya.
Mereka secara bersama sama dengan menggunakan kendaraan patroli paling mutakhir yang mereka punya masing-masing diterjunkan.
Baca juga : Riuh Sungai Musi Palembang dan Harapan yang Mengalir dari Festival Bidar
Seperti dari Polri mereka menerjunkan banyak sekali speedboat patroli dengan para personelnya yang begitu sigap tak kala ada kendaraan air yang masuk pacuan bidar.
Hal yang sama dilakukan oleh unsur TNI AL Lanal Palembang dan BNPB Basarnas Palembang dan Dinas Perhubungan Kota Palembang, Tagana, yang begitu aktif dan terlihat begitu sibuk menjaga rute bidar.
Peran yang tak tergantikan juga dilakukan oleh KSOP Palembang, jauh jauh hari mereka telah memberikan informasi dan himbauan kepada para kapal kapal yang berlayar di Sungai Musi untuk menghentikan aktivitas olah gerak khusus di HUT RI 17 Agustus.
Kepala Kantor KSOP Palembang Laksamana Pertama Idham Faca, menyebut pihaknya mengeluarkan “Notice Marine” khusus kepada kapal niaga termasuk tranportasi air seperti perahu getek, jukung, dan speedboat untuk tak melakukan aktivitas dari pukul 06:00 WIB hingga pukul 18:00 wib.
“Kami mengimbau agar seluruh aktivitas pelayaran di wilayah perairan Ampera hingga Kertapati disesuaikan dan diatur sedemikian rupa. Selama festival berlangsung, kami akan melakukan penutupan alur untuk sterilisasi wilayah tersebut demi keamanan peserta lomba dan masyarakat yang menyaksikan,” ucap Jendral Bintang satu itu beberapa waktu lalu.
Meski begitu praktiknya tak selalu sesuai secara menyeluruh dengan skema yang sudah disiapkan. Para Askar itu cukup dibuat kerepotan dengan perahu getek, jukung dan speedboat yang kerap memasuki rute pacuan.
Disatu sisi bikin satgas pengamanan kerepotan, perahu getek jukung, ataupun speedboat beragam ukuran itu menjadi cuan bagi para pemilik tranportasi.
Seperti para pemilik perahu getek itu mendapatkan keuntungan berlipat ganda lantaran banyak penonton yang menyewa karena ingin merasakan atmosfer berbeda dengan menonton lebih dekat para pendayung berpacu menjadi nomor satu.
Terlepas semua itu, apresiasi terhadap pengamanan itu telah semestinya mendapat acungan dua jempol.
Salah satu pengunjung Muhamad Temu yang mengaku menjadikan perhelatan bidar sebagai agenda tahunan yang ia wajib tonton.
Muahamad Temu (34) warga Kecamatan Sukarami ini mengaku begitu bangga dengan perhelatan lomba bidar berjalan sukses terlebih berkaca dengan insiden yang terjadi tahun sebelumnya.
yang bagaimana dia menyaksikan sendiri salah satu perahu bidar yang tengah melaju kencang ditabrak oleh perahu getek sewaan penonton.
“Alhamdulillah seperti tahun ini lancar, karena kita tahu tahun kemarin sangat kecewa perahu bidar kita ada yang ditabrak,” ucapnya.
Temu juga mengapresiasi penyelenggaraan tahun ini yang dinilainya cukup berhasi mensterilkan lintasan para pendayung perahu bidar.
Apresiasinya juga lantaran menilai Festival Bidar Tahun ini berhasil dikemas dengan begitu menarik, dimana beberapa perlombaan lain seperti perahu hias juga ditampilkan disela babak per babak pacuan perahu bidar.
Tak banyak yang diharapkan Temu kepada pemerintah kota Palembang terkait penyelenggaraan, hanya menurut dia kedepannya Festival Perahu Bidar juga memfasilitasi para penontonnya dengan tempat yang lebih nyaman.
“Tahun ini lebih bagus sudah, semoga kedepannya lebih baik baik lagi kalau bisa ajang perlombaan perahu bidar ini tak hanya diagendakan satu sekali setahun,” ucap dia. (**)











