Tebing Tinggi, Sumselupdate.com – Jembatan Ponton yang merupakan penghubung antara Kecamatan Ulu Musi dengan Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) mengalami kerusakan parah. Bahkan lantai jembatan jebol saat dilewati truk bermuatan kopi, Minggu (7/5/2017).
Informasi dihimpun, sebelumnya truk BG 8060 S itu melaju dari arah Kecamatan Paiker menuju Kecamatan Ulu Musi. Namun saat melewati jembatan berlantai plat baja di Desa Padang Tepong, Kecamatan Ulu Musi itu tiba tiba roda belakang kanan truk terperosok di tengah jembatan.
Beruntung truk tidak tercebur ke Sungai Musi yang mengalir di bawahnya, hanya seluruh ban belakang sebelah kananya yang terperosok dan menyebabkan truk tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Bahkan, akibat kejadian itu, sempat terjadi kemacetan arus lalu lintas sekitar 2 kilometer dari arah Paiker maupun sebaliknya. Kendaraan lain tidak bisa melintas karena terhalang truk, sedangkan jembatan hanya bisa dilewati satu kendaraan.

Kemacetan terjadi kurang lebih tiga jam dan akhirnya beberapa truk berhasil dievakuasi oleh pemiliknya serta dibantu masyarakat sekitar.
Fendri, salah seorang warga Kecamatan Ulu Musi mengatakan, Jembatan Ponton memang sudah sangat memprihatinkan. Kondisinya dinilai sudah tidak layak lagi digunakan, lantai jembatan selalu berbunyi jika dilewati kendaraan.
“Diharapkan Pemkab Empat Lawang dapat segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap jembatan tersebut, sebelum memakan korban jiwa. Jembatan itu sudah memerlukan perbaikan segera,” katanya.
Selain itu, Supandi Toyeb, warga Kecamatan Paiker menyebut, jembatan ponton dibangun pada zaman HM Kafrawi Rahim (Bupati Lahat 1988-1993). Menggunakan rngka baja bekas jembatan Merapi yang dipindahkanlah ke jembatan tersebut.
“Bayangkan, sudah berapa tahun jembatan itu. Sayangnya, sampai sekarang para wakil rakyatnya tidak ada gregetnya demi pembangunan yang menguntungkan rakyat banyak. Kalau untuk pribadi baru diusahakan,” cetusnya.
Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Empat Lawang, Syarkowi Rasyid ketika hendak dikonfirmasi melalui telepon, nomor ponselnya tidak aktif. Begitu juga dengan Kabid Bina Marga, Qolbi.
Disisi lain, Ketua Fraksi Golkar Empat Lawang, Windera Safri menyayangkan tidak adanya tindakan cepat dari Pemkab khususnya Dinas PU untuk minimal memperbaiki jembatan ponton sementara menunggu pembangunan jembatan.
“Jembatan ini setiap tahun kami (anggota DPRD dari Paiker) usulkan kepada pemerintah untuk dibangun, 2016 sudah ada anggaran tapi karena pihak ketiga yang ditunjuk batal, tahun ini juga sudah diajukan, ternyata infornasinya akan batal dibangun lagi,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang(PUPR) Empat Lawang, Syarkowi melalui Kabid Bina Marga, Qolbi mengatakan sesuai dengan Peraturan Menteri PU nomor 41 tahun 2015.
Bahwa setiap pembangunan jembatan harus mendapatkan izin dari Kementrian PU terlebih dahulu sehingga pembangunan jembatan ponton harus ditunda. “Harus ada izin dari Kementrian PU, baru bisa dibangun,” paparnya.
Ia menerangkan, izin dari Kementrian itu sendiri diprediksi akan didapat tahun ini sehingga penganggaran jembatan ponton akan dilakukan tahun 2018 mendatang. “Kemungkinan tahun ini izinnya keluar, tahun depan baru kita anggarkan,” tuturnya. (kms)











