Kendaraan Dinas yang Dilelang Pemkab OKU Dinilai Banyak Tak Layak Pakai

Selasa, 28 November 2017

Baturaja,Sumselupdate.com – Lelang kendaraan dinas milik Pemkab Ogan Komering Ulu (OKU), di halaman Kantor Pemkab OKU mulai didatangi para peminat yang ingin ikut sekaligus mengecek kondisi kendaraan tersebut.

Pantauan Sumselupdate.com, Selasa (28/11/2017) mobil yang dilelang terdiri dari berbagai merek, model dan jenis. serta tahun produksinya pun berbeda-beda.

Read More

Agar mudah dalam pengecekan, mobil-mobil lelang dijejer. Tidak cuma mobil penumpang, mobil boks seperti mobil niaga pun ada di sini. Tercatat, mobil paling tua keluaran 1990 dan paling muda lansiran 2008. Dengan harga termurah Rp 8 jutaan dan paling tinggi Rp60 jutaan.

Serta kondisi mobil yang dilelang juga cukup beragam. Namun bisa dibilang tak ada lagi yang mulus dan terawat. Ada yang lecet-lecet ataupun catnya sudah kusam. Ban pecah hingga belah. Kaca rusak dan lainnya.

Lebih parah lagi, banyak mobil  yang kondisinya mengenaskan. Seperti yang dialami mobil Suzuki Grand Vitara. Padahal mobil tersebut keluaran tahun muda yakni 2008. Namun kondisi dalam mobil parah. Mirip rongsokan.

Dasboardnya habis dibongkar. Termasuk bagian pintu samping maupun belakang. Aki-nya pun tak ada lagi. Intinya banyak onderdil, ornamen dan aksesoris pada mayoritas mobil yang dilelang tersebut sudah dipreteli. Seolah jadi barang rongsok saja.

Terlihat, para peminat lelang kendaraan dinas membuka pintu mobil yang dilelang. Mereka melihat secara detail isi dalam mobil tersebut. Kemudian mereka juga membuka kap mesin mobil yang di depan. Setelah mengecek keseluruhan kondisi mobil, tak sedikit diantara mereka yang mengurungkan niat ikut lelang. Rudi, warga Baturaja, salah satu contohnya.

Ia mengaku tidak mau ikut lelang, lantaran kondisi kendaraan yang dilelang banyak yang tak standar. “Ya, banyak alat-alat, onderdil di dalam (mobil) sudah hilang. Salah satunya mobil Suzuki Grand Vitara tadi. Dasboard rusak semua, bagian pintu juga. Kemudian tidak ada aki. Keadaan mesin kita juga belumtahu,” cetusnya.

Memang dia mengakui, diantara sekian puluh mobil yang dilelang tersebut, ada saja  yang layak meskipun harus mengeluarkan ongkos perbaikan. Namun sebagian besar justru banyak yang rusak.

“Kalau boleh saya bilang, 70 persen kendaraan ini tidak layak. Onderdil-onderdil mobil sudah banyak yang dicopot. Kita tidak tahu awalnya, karena pengguna pertama mungkin yang lebih mengetahui. Maka dari itu, saya tidak ikut lelang,” tandas Rudi.

Berbeda pendapat yang disampaikan Jalili, warga Baturaja lainnya, meski sudah mengetahui kondisi mobil lelang banyak yang rusak parah, namun ia sudah mendapat sebuah kendaraan yang diincar. Yakni Daihatsu Taft keluaran tahun 1996.

“Dibanding dengan yang dipasaran, mobil ini cukup lumayan. Soal harga, sebenarnya murah. Kalau kondisinya parah, menurut saya wajar. Sesuai dengan umur kendaraan itu sendiri, serta penggunaannya,” jelas dia.

Ia pun optimis, dengan perbaikan sana-sini, di tangannya mobil tersebut akan dapat kembali berjalan. “Prosesnya pendaftarannya online. Kita buka akun dulu. Daftar di akun Kemenkeu. Dari situ kita mengajukan penawaran. Tapi kita setor 50 persen dulu untuk jaminan,” ujar Jalili seraya mengungkapkan dirinya yakin mau nyetor jaminan setelah melihat kondisi mobil yang diincarnya.

Sebelumnya Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) OKU, AM Hanafi, menjelaskan, ada 60 unit kendaraan dinas yang dilelang secara online pada 24-30 November 2017. Kendaraan dinas milik Pemkab OKU yang akan dilelang itu terdiri atas 33 unit jenis roda empat dan sebanyak 27 sepeda motor.

Dalam proses melelang kendaraan dinas itu, pihaknya bekerjasama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Palembang selaku pihak penyelenggara pelelangan secara online tersebut. (wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts