Kemarau, Embung dan Persawahan Mulai Kering, Petani di Desa Penanggiran Muaraenim Berharap Dibangun Sumur Bor

Embung yang dibangun warga tahun kemarin mulai kering sehingga persawahan di Tebat Kanggung, Desa Penanggiran, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muaraenim, Sumsel mengalami kekeringan.

Muaraenim, Sumselupdate.com – Kemarau yang mulai terjadi tahun ini membuat sejumlah embung hingga persawahan di Tebat Kanggung, Desa Penanggiran, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muaraenim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), mengalami kekeringan.

Ketua Kelompok Tani Tebat Kangkung Desa Penanggiran Halisan saat disambangi awak media, Rabu (9/9/2020) mengatakan, musim kemarau menyebabkan kurangnya pengairan terhadap persawahan kelompok tani mereka.

Bacaan Lainnya

“Kemarau ini cukup panjang hingga embung yang kita bangun secara swakelola melalui dana DAK tahun anggaran 2019 kering. Begitu pun dengan sejumlah sumur gali warga yang ada di Desa Penanggiran juga mengalami hal sama,” ungkap Halisan.

Kelompok Tani Tebat Kangkung Desa Penanggiran, Kecamatan Gunung Megang, Muaraenim.

Dikatakan Halisan, embung yang mereka bangun nantinya tidak hanya untuk mengaliri persawahan saja, akan tetapi dimanfaatkan untuk penangkaran ikan air tawar.

“Ke depan kita berencana untuk kembali mendalami embung ini secara swadaya yang mana nantinya akan manfaatkan untuk tambak ikan air tawar. Akan tetapi hal ini belum bisa kita lakukan karena di masa pandemi ini kita dilarang berkumpul terlalu banyak hingga kita tunda untuk sementara,” ucapnya.

Halisan berharap ke depan pembangunan embung dapat ditingkatkan serta ditambah irigasi sumur air dangkal guna mengatasi musim kemarau seperti saat ini.

“Kalau melihat apa yang terjadi di musim kemarau ini yang kita juga butuhkan adalah irigasi sumur air dangkal atau sumur bor guna memenuhi kebutuhan pengairan sawah kita,” cetusnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Muaraenim, Ulil Amri melalui Kepala Seksi (Kasi) Irigasi Lahan dan Pembiyaan, Yadi Setiadi mengakui jika embung di Desan Penanggiran sudah mengalami kekeringan.

Embung yang dibangun warga tahun kemarin mulai kering sehingga persawahan di Tebat Kanggung, Desa Penanggiran, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muaraenim, Sumsel mengalami kekeringan.

“Benar embung di Desa Penanggiran yang dibangun secara swakelola oleh Gapoktan tahun anggaran 2019 melalui dana DAK pengerjaannya sudah sesuai. Namun mengingat sekarang ini musim kemarau membuat embung ini kering. Kedepannya dari keterangan Gapoktan mereka akan kembali mendalami embung ini dengan cara swadaya yang kemudian akan mereka manfaatkan menjadi kolam ikan air tawar,” jelasnya.

Terkait lokasi dari embung tersebut, Yadi melanjutkan telah sesuai dengan proposal yang Gapoktan ajukan serta pedoman pembangunannya sesuai dengan aturan yang ada.

Sementara itu, Kades Penanggiran Fredick mengatakan, jika proposal pembangunan embung dibuat oleh kelompok tani dan dikoordinasikan dengan pemdes.

Akan tetapi Fredick menyayangkan, saat proses pembangunan, embung, kelompok tani tidak melakukan koordinasi lagi dengan Pemdes Penanggiran. (dan)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.