Keluarga Alm Rio Sebut Kesaksian Orangtua Terdakwa Bohong

Sidang kasus pembunuhan Rio Pamebudi (25), warga Perumahan Griya Macan Lindungan, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, terus berlanjut di Pengadilan Negeri Palembang Klas 1A Khusus Sumsel, kamis (19/11/2020).

Palembang, Sumselupdate.com – Sidang kasus pembunuhan Rio Pamebudi (25), warga Perumahan Griya Macan Lindungan, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, terus berlanjut di Pengadilan Negeri Palembang Klas 1A Khusus Sumsel.

Pada persidangan kali ini, kedua orangtua kandung terdakwa, yakni Antoni dan Anita dihadirkan sebagai saksi. Kedua saksi dihadirkan di Polsek Ilir Barat I, melalui sambungan virtual yang terhubung ke Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (19/11/2020)

Bacaan Lainnya

Sidang dipimpin Hakim Ketua Efrata Hepi Tarigan. Kedua saksi, Antoni dan Anita merupakan orangtua kandung dari, terdakwa Oka Candra Dinata dan Rizki alias Jack, yang saat kejadian pada Juli lalu, turut menyaksikan keributan yang melibatkan kedua anaknya itu.

Antoni, ayah kandung dari kedua terdakwa Oka dan Riski memberikan keterangan dihadapan majelis hakim, bahwasanya saat kejadian dirinya ada di dekat kedua anaknya yang saat ini merupakan terdakwa.

“Saat itu saya lihat Oka dan korban sedang ribut dengan korban. Saya sempat melerai dan meminta maaf, namun korban, Alm. Rio Pambudi menjawabnya dengan kata-kata kasar,” jelas Antoni.

Ia juga mengakui jika sebelumnya keluarganya dan keluarga dari Alm. Rio Pambudi pernah cekcok karena masalah monyet. Namun hal tersebut sudah selesai, karena dirinya sudah datang kerumah keluarga Alm Rio dan berdamai.

“Sudah damai pak, untuk masalah monyet. Kami sudah datang kerumahnya bersama pak RT,” ungkap Antoni.

Disinggung oleh majelis hakim mengenai kasus yang melibatkan kedua anaknya (terdakwa) dan korban Rio, Antoni memberikan keterangan jika saat kejadiaan dirinya ada di lokasi, dekat dengan kedua anaknya.

“Oka balik kerumah ambil pisau, karena merasa kalah di dorong dan ditendang oleh korban,” ujar Antoni saat dicecear pertanyaan oleh majelis hakim, Kamis sore (18/11/2020).

Ia juga menambahkan jika, pihak keluarganya, sudah berusaha untuk melakukan upaya perdamaian dengan pihak keluarga Alm. Rio, namun sampai saat ini upaya tersebut selalu mendapat penolakan.

Sedangkan Anita, ibu kandung dua terdakwa memberikan kesaksiannya pada majelis hakim bahwa pada saat kejadian dirinya, tidak melihat ada penusukan.

“Saat kejadian saya tidak lihat ada penusukan. Tapi saya ada disana saat itu,” ujarnya menjawab pertanyaan majelis hakim.

Ia juga menjelaskan bahwa terdakwa Riski  alias Jack mengambil pisau dari rumahnya yang berkelang satu dari rumah korban, Alm. Rio.

Sama seperti suaminya Antoni, Anita juga membenarkan jika keluarganya perna bermasalah dengan keluarga korban pasal monyet.

Dari persidangan, diketahuiad dua pisau buah pisau berlaras panjang dan pendek yang menjadi barang bukti, dan diakui oleh kedua saksi sebagai barang yang ia kenal.

Saat Jaksa Penuntut Umum, Faisal SH diminta hakim ketua menunjukan dua buah pisau, Antoni ayah kandung dua terdakwa mengaku kenal dan mengatakan jika pisau dengan ukuran yang cukup panjang tersebut miliknya. Yang saat kejadian ada dirumah Oka, dan dipakai untuk melakukan penusukan pada Alm. Rio Pambudi.

Saat kedua saksi memberikan keterangan dihadapan majelis hakim, terdengar dari balik layar, keluarga korban Rio Pambudi meneriaki kesaksian kedua saksi dengan kata-kata ‘Bohong’.

“Bohong, bohong pak hakim,” ujar keluarga korban Rio Pambudi dari balik layar.

Atas kesaksian yang dihadirkan dalam persidangan majelis hakim memberikan waktu satu minggu untuk Jaksa Penuntu Umum untuk mempersiapkan tuntutan kepada kedua terdakwa.

Sebelumnya diketahui, pada bulan Juli 2020, Rio Pambudi (25) warga Perumahan Griya Macan Lindungan, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, tewas setelah dianiaya oleh kakak beradik Oka Candra Dinata dan Rizki alias Jack.

Ia meninggal dunia setelah banyak kehabisan darah akibat luka tusukan bemda tajam pada bagaian kiri bawah ketiak dekat dadanya oleh terdakwa Oka, yang saat itu dibantu oleh adiknya Riski alias Jack. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.