Kekerasan Terhadap Perempuan di Kota Palembang Masih Tinggi

Senin, 2 Januari 2017
Direktur Eksekutif WCC Palembang, Yeni Roslaini Izi

Palembang, Sumselupdate.com – Sepanjang tahun 2016, ratusan perempuan di kota Palembang Sunatera Selatan masih mengalami berbagai bentuk kekerasan dan angkanya cukup tinggi. Women’s Crisis Center (WCC) Palembang menyebutkan tahun 2016 merupakan salah satu tahun kelam bagi perempuan khususnya di kota Palembang.

Direktur Eksekutif WCC Palembang, Yeni Roslaini Izi, Senin (2/1/2017) mengatakan dari total 202 kasus kekerasan, terdapat sebanyak 75 kasus pemerkosaan, 67 kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Kekerasan Dalam Pacaran (KDP) sebanyak 32 kasus, perdagangan perempuan yang sudah terjadi sebanyak 4 kali dan sisanya 24 kasus dengan berbagai motif.

Read More

“Meskipun angka kekerasan pada tahun 2016 mengalami penurunan dibanding tahun 2015 sebanyak 261 kasus, namun tetap saja angka tahun ini cukup tinggi. Kedepannya, perlu kita berharap angka ini bisa kita tekan,” paparnya.

Yeni mengungkapkan, WCC sendiri selama tahun 2016 telah melakukan berbagai upaya menekan angka kekerasan, diantaranya dengan melakukan pendampingan terhadap perempuan dan mengupayakan pemulihan korban kekerasan.

Upaya lainnya yakni melibatkan pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menanggulangi kekerasan dan gencar melakukan sosialisasi berupa penyadaran kepada publik akan masalah kekerasan terhadap perempuan.

“Sosialisi tentunya yang paling intens, seperti kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan dari mulai 25 November hingga 10 Desember lalu,” ujarnya.

Selain juga, WCC terus mengupayakan pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR). Upaya ini mulai dinikmati perempuan Palembang melalui perbaikan layanan pemenuhan HKSR seperti tes IVA, papsmear dan mamografi.

Lebih lanjut Yeni menegaskan, pihaknya tidak bisa bekerja sendirian, namun juga harus melibatkan seluruh pihak, terutama media. Dirinya berharap peran serta media, diharapkan informasi seputar penanggulangan kekerasan ini dapat dipahami masyarakat dan berdampak pada pengurangan angka kekerasan terhadap perempuan.

“Semua stakeholder hendaknya juga harus ikut terlibat karena WCC memiliki komitmen kuat menghentikan kekerasan terhadap perempuan,” pungkasnya. (adi) 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts