Kejari OKU Bidik 1 Kades dan 1 Intansi

Dugaan Korupsi

Baturaja, Sumselupdate.com – Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Komering Ulu (OKU) diam-diam tengah menelisik dua kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor).

Kepala Kejari OKU Sugeng Sumarno, SH, menyebutkan pihaknya mencium adanya dugaan praktik tipikor di lingkup salah satu dinas dan kedua di salah satu pemerintahan tingkat desa di OKU.

Read More

“Soal kasus korupsi, hingga saat ini ada dua kasus yang sedang dalam tahap penyelidikan,” ungkap Kepala Kejari OKU Sugeng Sumarno, SH, pada wartawan.

Untuk penyelidikan kasus korupsi yang pertama beber Sugeng, yakni menyangkut masalah Tower (provider), dalam hal ini izin pendiriannya.

“Ini melibatkan salah satu instansi pemerintahan. Kita cium ada penyimpangan dalam penyetoran soal pendiriannya (tower-red),” katanya.

Sayangnya, Sugeng enggan membeberkan instansi mana yang diduga melakukan penyimpangan dalam penyetoran dimaksud.

“Belum bisa kita sebutkan. Nanti ketika di tahap penyidikan ya. Pokoknya salah satu Instansi pemerintahan daerah,” ujarnya.

“Kasus tower ini berdasarkan temuan kita. Untuk jumlah kerugian negara masih dalam penghitungan, tapi taksiran kita ada kerugian negara sekitar Rp200 juta,” timpalnya lagi.

Dugaan tindak pidana korupsi kedua yang tengah mereka telisik yakni menyangkut penyalahgunaan dana desa. Di sini, tegas Sugeng menyebut ada keterlibatan yang dilakukan seorang Kades.

Siapa nama orangnya dan dimana desa dimaksud, lagi-lagi Sugeng masih merahasiakannya. Termasuk nama kecamatannya juga tidak disebutkannya.

“Kalau menyangkut kasus dana Desa, berarti ini menggeret kepala desa tentunya. Tapi untuk namanya belum bisa disampaikan, kecamatan apa belum bisa saya sebutkan. Cukup itu dulu. Tunggu dan sabar ya. Kita masih penyelidikan, mengumpulkan bukti dan menghimpun data. Jumlah kerugian negara juga masih kita hitung,” katanya.

Sugeng menegaskan, bahwa dua kasus dugaan Tipikor tersebut dalam waktu dekat akan ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Ketika selesai pemeriksaan saksi, dakwa waktu dekat kita tingkatkan ke penyidikan,” tegasnya.

Selain ada dua kasus Tipikor yang tengah dalam proses penyelidikan, lanjut Sugeng, ada empat berkas penuntutan kasus korupsi yang hingga saat ini masih tahap persidangan.

“Ada empat perkara penuntutan (korupsi). Salah satunya kasus korupsi mantan kepala BPMPD OKU. Itupun bekasnya dipecah,” pungkasnya. (Wid)

 

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.