Kasus Proyek Jalan Ruas Rantau Alay-SP Kilip, Penyidik Kejari Ogan Ilir Tahan Dua Tersangka

Salah satu tersangka kasus dugaan korupsi peningkatan Jalan Rantau Alai-Simpang Kilip senilai Rp4,9 miliar yang pendanaanya dari APBD di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Ogan Ilir digiring penyidik Kejari Ogan Ilir, Selasa (2/11/2021) sore.

Laporan: Henny Primasari

Inderalaya, Sumselupdate.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali membuat gebrakan anyar.

Read More

Penyidik Kejari Ogan Ilir menetapkan dan menahan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi peningkatan Jalan Rantau Alai-Simpang Kilip senilai Rp4,9 miliar yang pendanaanya dari APBD di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Ogan Ilir, Selasa (2/11/2021) sore.

Kedua tersangka yang ditahan 20 hari ke depan itu adalah SB, oknum Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas PUPR Kabupaten Ogan Ilir dan ZA yang merupakan mantan oknum LSM dan menjadi kuasa Direktur PT FCB.

Diketahui proyek jalan tersebut dikerjakan saat masa kepemimpinan mantan Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam.

Akibat proyek pengerjaan jalan beraspal yang asal jadi tersebut tidak memenuhi spek atau ketentuan, sehingga diduga menimbulkan kerugian negara hingga Rp1,2 miliar.

Pantauan Sumselupdate.com sekitar pukul 18.30 WIB sore tadi, kedua tersangka turun dari lantai dua Kantor Kejari Ogan Ilir menggunakan rompi orange bertuliskan tahanan Kejari Ogan Ilir.

Tanpa banyak bicara keduanya yang dikawal petugas Kejari dan Polres Ogan Ilir, langsung masuk mobil tahanan Kejari BG 9242 TZ dan langsung dititipkan di Lapas Kelas 1 Pakjo Palembang.

Saat awak media bertanya mengenai proyek apa yang dikerjakan dan nilainya kerugian berapa, oknum PPK SB hanya diam seribu bahasa dan tertunduk lesu dan bergegas masuk mobil tahanan.

Hanya oknum mantan LSM sekaligus kuasa direktur PT FCB yaitu ZA yang sempat menjawab bahwa proyek yang dikerjakannya adalah di wilayah Kecamatan Rantau Alay.

Kepala Kejari Kabupaten Ogan Ilir Marthen Tandi saat menggelar jumpa pers di Kantor Kejari Ogan Ilir, Selasa (2/11) malam mengatakan, pihaknya menetapkan dua tersangka korupsi Peningkatan Jalan Rantau Alay-Simpang Kilip senilai Rp4,9 miliar yang pendanaanya dari APBD di Dinas PUPR Ogan Ilir.

Diduga proyek pengerjaan jalan beraspal yang asal jadi tersebut tidak memenuhi spek atau ketentuan, sehingga diduga menimbulkan kerugian negara hingga Rp1,2 miliar.

“Pasal yang kita kenakan yaitu pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 ayat 1 UU tipikor no 31 tahun 1999 diubah jadi UU no 20 tahun 2021 dengan ancaman pidana 4 tahun penjara atau maksimal 20 tahun penjara. Kedua tersangka saat ini langsung dilakukan penahanan di Lapas Pakjo selama 20 hari ke depan,” kata Kajari Ogan Ilir Marthen Tandi.

Disinggung apakah bakal ada tersengka baru terkait kasus tersebut, ia mengatakan, hal tersebut tidak menutupkan kemungkinan, yang jelas tim penyidik terus mendalami kasus tipikor tersebut. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.