Kasus Penyakit Ngorok Mewabah di Kabupaten Banyuasin, PMK Tidak Ada Kasus

Writer: - Selasa, 7 Mei 2024
Kabid Peternakan Disbunnak Banyuasin, Warsih.

Banyuasin, Sumselupdate.com – Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin mengonfirmasi bahwa saat ini tidak terdapat kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di wilayah tersebut. Namun, kasus penyakit ngorok (Septicaemia Epizootica/SE) sedang menjadi perhatian utama, dengan beberapa wilayah di Kabupaten Banyuasin terdampak.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Banyuasin, Edil Fitria, melalui Kabid Peternakan Disbunnak Banyuasin, Warsih, menyatakan pada Senin kemarin (6/5/2024) bahwa penyakit ngorok, yang disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida B:2, telah menyerang hewan ternak, khususnya sapi dan kerbau. Penyakit ini bersifat akut dan sangat fatal, dengan kasus terkonfirmasi di Kecamatan Talang Kelapa, Rambutan, dan Banyuasin III.

Read More

Warsih menjelaskan bahwa penyakit ini dapat menyebabkan kematian mendadak pada hewan ternak jika tidak segera ditangani. Selain disebabkan oleh bakteri, faktor perubahan cuaca juga berkontribusi terhadap penyebaran penyakit ini. Namun, penyakit ngorok dapat diobati, dan vaksinasi menjadi langkah utama dalam pengendaliannya, disertai dengan pemberian pakan yang baik dan sanitasi kandang yang terjaga.

“Di Kecamatan Rambutan, sudah ada 13 ekor kerbau yang mati, di Kecamatan Banyuasin III ada 2 ekor, dan 1 ekor di Kecamatan Talang Kelapa,” ungkap Warsih. “Penularan penyakit ngorok dapat terjadi melalui jual beli kerbau antar daerah, dimana kerbau yang terinfeksi bakteri kemudian dibawa masuk ke wilayah Banyuasin.”

Dalam upaya penanganan, Disbunnak Kabupaten Banyuasin telah turun langsung ke lokasi untuk memeriksa dan memberikan vaksinasi kepada kerbau yang menunjukkan gejala penyakit ngorok. Warsih menghimbau para peternak kerbau untuk berhati-hati dalam membeli hewan ternak dari luar daerah, memperhatikan kebersihan kandang dan pakan, serta melaporkan segera ke pihak terkait jika ditemukan gejala penyakit pada ternak mereka.

Baca juga : Bupati OKU Timur Sambut Langsung Kungker Menko PMK RI, Ini yang Dilakukannya

Informasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan para peternak di Kabupaten Banyuasin untuk mencegah penyebaran penyakit ngorok dan menjaga kesehatan ternak mereka. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts