Laporan : Romadon
Palembang, Sumselupdate.com – Kualitas udara di Palembang semakin buruk akibat kabut asap karhutla di beberapa kabupaten Sumsel. Terkait hal tersebut, anggota DPRD Palembang mendesak Dinas Pendidikan Palembang untuk segera meliburkan sekolah.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Palembang, M Akbar Alfaro, mendesak agar pihak Dinas Pendidikan Kota Palembang segera meliburkan sekolah di Palembang
“Pj Wali Kota melalui Disdik Palembang, untuk segera mengambil tindakan karena kabut asap sudah sangat pekat menyelimuti Palembang,” katanya Jumat (29/9/2023) pagi.
Ia juga mengatakan, Disdik Palembang,
jangan hanya menunggu saja. Harus cepat mengambil keputusan untuk meliburkan sekolah.
“Segera akan kita panggil pihak Disdik Palembang, terkait kabut asap yang semakin tebal di Kota Palembang,” ungkapnya.
Ia mengaku dalam waktu dekat akan memanggil disdik, dinkes untuk membahas hal tersebut sehingga tidak berlarut-larut.
“Biar ada action yang tepat untuk menindaklanjuti ISPU ini karena sudah berlarut-larut, ini membahayakan karena ISPA tidak hanya menyerang anak-anak balita tapi juga orang tua. Menunggu pemerintah terlalu lama, jadi kami berinisiatif sekarang,” tuturnya
Diketahui berdasarkan data Dinkes Palembang, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terus naik signifikan dan melonjak pesat. Sudah 10.708 orang mengalami ISPA sepanjang September 2023, dari bulan sebelummya hanya 9.367 kasus.
“Dalam satu bulan kenaikan kasus ISPA bisa lebih dari seribu,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit dari Dinas Kesehatan (P2P Dinkes) Palembang, Yudhi Setiawan.
Sejak Agustus hingga September 2023, kenaikan penderita ISPA di Palembang sebanyak 451 kasus pada 1 September, 622 kasus di 4 September, kemudian kembali meningkat hingga 556 kasus pada 7 September. Data pada 11 September menjadi naik 652 kasus.
“Dalam jangka waktu tiga hari pada 14 September ISPA naik lagi hingga 546 kasus, dan terakhir tercatat di 21 September ISPA naik signifikan hingga 1.202 kasus,” jelasnya.
Yudhi mengatakan, kenaikan kasus ISPA di Palembang juga dipengaruhi kondisi kemarau yang berkepanjangan, sehingga daya tahan tubuh melemah dan tidak mampu mempertahankan kekebalan tubuh dari penularan virus maupun bakteri.
“Faktor ISPA meningkat juga diakibatkan perubahan cuaca (pancaroba). Kita harus menjaga kesehatan diri sendiri, anak maupun orangtua. Gunakan masker setiap hari dan hindari keluar rumah berlebihan,” timpalnya.
Kabut asap yang terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akan berdampak sangat buruk apabila kondisi udara terus menerus dalam kualitas sangat tidak sehat. Bahkan dampak jangka panjang kabut asap dapat menurunkan imunitas, sehingga rentan mengalami sesak napas hingga infeksi pernapasan.
“Banyak orang dewasa sebagai penular, imunitas anak pun menurun. Sebagian besar penyebabnya dari penularan bakteri dan virus yang masuk ke dalam saluran pernapasan karena udara buruk,” tutupnya. (**)











