Karyawan Pecel Lele di Palembang Tewas Dipukul Rekan Kerja, Pelaku Ternyata Mantan Atlet Muay Thai

Writer: - Sabtu, 22 Agustus 2026
Kapolsek SU II Palembang, Kompol Dedy Rahmad Hidayat, saat konferensi pers menghadirkan pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia, Sabtu (22/8/2026). (Foto; Sumselupdate.com/Candra Budiman)

Palembang, Sumselupdate.com – Seorang karyawan rumah makan pecel lele di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang, tewas setelah diduga dianiaya rekan kerjanya sendiri.

Korban diketahui bernama Tegar Ilham Ramadhan (24), warga Bumi Agung, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Sedangkan pelaku berinisial Malfino Marcel (27), warga Rejo Asri 8, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah.

Read More

Keduanya diketahui bekerja di Rumah Makan Pecel Lele Hj Syam, lokasi terjadinya peristiwa tersebut pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Kapolsek Seberang Ulu II Palembang Kompol Dedy Rahmad Hidayat mengatakan, polisi menerima laporan warga sekitar pukul 09.15 WIB dan langsung mendatangi lokasi bersama piket Pawas serta personel piket fungsi.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, penganiayaan terjadi di area dapur rumah makan. Korban dan pelaku diduga terlibat selisih paham terkait pekerjaan sebelum terjadi perkelahian.

“Dari hasil penyelidikan sementara, penganiayaan terjadi di area dapur masak. Antara korban dan pelaku sempat terjadi selisih paham terkait pekerjaan yang berujung perkelahian,” kata Dedy saat konferensi pers dengan menghadirkan pelaku, Sabtu (22/8/2026).

Dedy menjelaskan, berdasarkan keterangan awal, pelaku memukul bagian belakang kepala korban menggunakan tangan kosong sebanyak empat kali hingga korban terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Korban kemudian sempat dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

“Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah. Namun, pihak rumah sakit menyatakan korban terlebih dahulu meninggal dunia saat berada di perjalanan,” terang Dedy.

Sementara pelaku diamankan polisi tidak lama setelah kejadian. Saat ditangkap, Malfino masih berada di lokasi rumah makan dan mengaku tidak mengetahui bahwa korban telah meninggal dunia.

“Saat ini sudah dibawa dan ditahan di Mapolsek Seberang Ulu II untuk proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.

Polisi juga menemukan rekaman kamera pengawas atau CCTV yang merekam peristiwa perkelahian tersebut. Setelah perkelahian dipisahkan oleh karyawan lainnya, korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit.

Dedy menambahkan, dari pemeriksaan awal diketahui pelaku mengaku pernah menjadi atlet Muay Thai. Berdasarkan keterangannya, pelaku pernah meraih juara pertama tingkat kecamatan di Tangerang dan juara keempat tingkat Kota Tangerang.

“Dari pengakuannya, pelaku merupakan mantan atlet Muay Thai yang mendapat juara 1 tingkat Kecamatan di Tangerang dan juara 4 di Kota Tangerang,” ungkap Dedy.

Berdasarkan hasil visum luar sementara, polisi menemukan adanya luka akibat benturan benda tumpul pada bagian belakang kepala korban.

“Hasil visum luar sementara, didapati pukulan benda tumpul di bagian belakang kepala yang membuat aliran oksigen tidak bisa masuk naik ke otak. Pukulan benda tumpul itu diduga dari pukulan tangan kosong sebanyak empat kali yang dilakukan pelaku,” jelasnya.

Dedy mengatakan, sebelum kejadian, korban dan pelaku memang sempat memiliki persoalan terkait pekerjaan. Pelaku bahkan disebut telah berupaya meminta maaf kepada korban sebelum perkelahian kembali terjadi.

Namun, persoalan tersebut kembali memanas hingga akhirnya terjadi penganiayaan.

Sementara itu, Malfino mengakui perbuatannya. Ia mengatakan perkelahian terjadi setelah dirinya terbawa emosi ketika upaya meminta maaf kepada korban tidak diterima.

“Saya pernah menegur dia soal kerjaan, Pak. Ya mungkin cara saya menegur salah, makanya saya minta maaf. Saya bilang kita sama-sama dari Lampung, sama-sama cari makan, masa harus berkelahi. Tapi korban tidak bisa memaafkan, mungkin dia emosi dan memukul saya duluan,” kata Malfino.

Malfino mengaku kemudian membalas pukulan korban beberapa kali hingga korban terjatuh.

“Saya tidak tahu kalau korban meninggal dunia. Saya mengaku saya salah,” ujarnya.

Kasus tersebut kini ditangani Polsek Seberang Ulu II Palembang. Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan sejumlah saksi untuk melengkapi proses penyidikan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts