Karena Masalah Ini, Ayah dan Anak Bacok Tetangga Hingga Sekarat

Senin, 2 Juli 2018
Kedua pelaku diamankan di Mapolsek Penukal Abab.

PALI, Sumselupdate.com – Burnawi (46) dan anaknya, Dapitri (28) warga Desa Mangku Negara, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI terpaksa merasakan dinginya hotel prodeo Mapolsek Penukal Abab lantaran melakukan pengeroyokan terhadap tetangganya hingga sekarat.

Penangkapan kedua tersangka tersebut berlangsung, Minggu (1/7), setelah melakukan pengeroyokan terhadap korban Eli (50) dan anaknya, Heru (30) hingga mengalami beberapa luka bacok di kepala dan pundak.

Read More

Informasi yang dihimpun, kejadian berawal saat tersangka Burnawi dan korban Eli cekcok mulut, lantaran sama-sama saling klaim patok tanah tempat tinggal mereka yang membuat korban Eli naik pitam dan memukul kepala Burnawi menggunakan kayu.

Melihat kejadian itu, tersangka Dapitri langsung mengambil parang lalu membacok bagian kepala dan pundak korban. Serta anak korban, Heru yang melihat orangtuanya sudah bersimbah darah, mencoba membantu.

Namun, dirinya lebih dulu dibacok tersangka Burnawi yang juga sudah mengambil parang lainnya dari dalam rumah. Sehingga membuatnya ikut tersungkur. Setelah korban bersimbah darah, pelaku kabur menuju bidan desa setempat untuk mendapatkan perawatan, lalu ditangkap.

Kapolsek Penukal Abab Iptu Acep YS melalui Kanit Reskrim Ipda Muhammad Arafah mengatakan, pihaknya mengamankan kedua pelaku tanpa perlawanan. Saat ini pihaknya sedang mencari barang bukti dua bilah parang yang digunakan pelaku, diduga disembunyikan oleh keluarga pelaku.

“Kedua pelaku sudah diamankan. Saat ini kita sedang mencari barang bukti sajam yang digunakan. Sedangkan kedua korban sedang menjalami perawatan, akibat luka bacok yang cukup serius dialaminya dibagian kepala dan pundak,” jelasnya.

Sementara, tersangka Burnawi mengaku, bahwa dirinya bersama anaknya melakukan pembacokan tersebut karena emosi setelah korban Eli terlebih dahulu melakukan pemukulan ke kepalanya hingga mengucur darah.

“Keluarga Eli memang kelewatan. Masalah lahan saya yang digeser patoknya. Dari itu saya kesal dan menanyakan masalah itu baik-baik. Tapi justru malah saya dipukul olehnya dengan menggunakan balok kayu pak. Lalu anak saya ikut emosi dan membacoknya,” katanya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts