Kajari Palembang Enggan Komentari Penggeledahan di Kantor DKK

Ilustrasi Korupsi

Palembang,Sumselupdate.com – Setelah melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang beberapa waktu lalu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang masih belum mau memberikan pernyataan tambahan terkait aktifitas penggeledahan tersebut.

Rustam Gaus selaku Kepala Kejari Palembang enggan berkomentar dan langsung bungkam ketika disodori pertanyaan perihal penggeledahan yang dilakukan penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri. “Soal itu nanti saya pasti akan diberi tahu,” ujar Rustam.

Bacaan Lainnya

Ketika melakukan penggeledahan, petugas dari Kejari Palembang terlihat membawa beberapa berkas dari dalam Kantor DKK Palembang. Berkas yang dibawa saat itu cukup banyak karena hampir seluruh petugas yang menggeledah keluar ruangan dengan membawa berkas.

Sementera itu, Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Palembang Erni Yusnita yang saat itu memimpin penggeledah juga tidak banyak berkomentar. Ia hanya mengatakan bahwa penggeledahan dilakukan berkaitan dengan kelanjutan proses hukum untuk kasus pengadaan daur ulang plastik.

Begitu disodori pertanyaan lanjutan, Erni memutuskan untuk langsung masuk ke dalam mobil nya dan meninggalkan Kantor DKK Palembang yang berada di Kecamatan Sukarame Palembang.

“Anggarannya tidak sampai miliaran, hanya ratusan juta saja. Nanti saja ya untuk jelasnya karena sekarang masih penyidikan,” ujar Erni.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penggeledahan ini bermula dari DKK Palembang memiliki proyek pengadaan daur ulang kantong plastik dengan menggunakan Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah Perubahan (APBD P) tahun 2015.

Dalam kasus ini sudah ditetapkan seorang tersangka yang kabarnya pejabat DKK Palembang yang ditunjuk menjadi PPATK proyek tersebut. Kerugian negara sendiri ditaksir hampir mencapai angka Rp300 juta. (tra)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.