Kades Sempat Tak Tahu Ada Pembangunan Irigasi Senilai Rp5 M di Benakat Minyak

Ketua DPRD PALI meninjau lokasi pembangunan irigasi.

PALI, Sumselupdate.com – Banyaknya keluhan masyarakat dan dugaan asal-asalan pembangunan irigasi di desa Benakat Minyak kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) membuat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) beserta Komisi II turun ke lapangan.

Pantauan media ini, selain wakil rakyat, pemerintah setempat tidak mengetahui peruntukan pembangunan menggunakan uang rakyat yang hampir menelan angka Rp5 miliar itu.

Bacaan Lainnya

Terbukti dari keterangan Kepala Desa (Kades) Benakat Minyak yang menjelaskan bahwa belum ada pihak Dinas Pekerjaan Umum maupun pihak ketiga (PT Bahana Pratama Kontruksi) berembuk terkait pembangunan tersebut.

“Pemerintah disini tidak ada yang diajak rembukan untuk menentukan titik nol nya, baik itu kadus apa lagi kades. Kita tahu kalau ada pembangunan di sana meski tidak melalui izin kita lagi,” jelas Mujiono, Kades Benakat Minyak saat menunjukkan lokasi pembangunan irigasi bersama anggota DPRD PALI, Selasa (4/12/2018).

Ditempat yang sama Ketua DPRD PALI Drs Soemarjono menilai bahwa pembangunan tersebut bukanlah sebuah irigasi, melainkan normalisasi saluran air persawahan. Meskipun demikian pihaknya akan mendengarkan penjelasan baik dari Dinas terkait maupun pihak Pemborong

“Kalau irigasi itu setahu kami, ada sumber airnya, ada pengukur air dan ada saluran untuk mengatur air masuk ke sawah. Kalau ini malah seperti normalisasi saluran air. Kan tidak wajar dengan dana hampir 5 Miliar rupiah hanya sebatas ini saja,” ungkap Soemarjono.

Selain itu, pihaknya juga mendapatkan bahwa dalam pembangunan tersebut hanya mempermudah sebagian warga saja dengan luas persawahan 3-4 hektar yang dimiliki tujuh kepala keluarga.

“Informasi hanya tujuh kepala keluarga yang mendapatkan pengairan, dan pembangunannya juga melonpat atau terpencar ke lokasi lain, padahal jika dilalui atau diteruskan sawah yang berada seberang jalan akan mendapatkan manfaatnya juga,” imbuh politisi PDIP Perjuangan itu.

Dirinya dalam waktu dekat akan memanggil seluruh pihak terkait untuk meminta penjelasan mengenai pembangunan tersebut. “Senin nanti kita akan panggil semua pihak, PU, pemborong dan pemerintah desa serta warga, untuk memberikan penjelasan dan tanggapannya,” pungkasnya.

Diketahui dalam papan informasi, pembangunan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten PALI ditelan sebesar Rp4.893.219.000.00, hanya untuk pembangunan irigasi sepanjang 800 meter. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.