JPU Pindahkan Terdakwa Suhandy ke Rutan Kelas I Palembang

Selasa, 18 Januari 2022
PN Palembang

Palembang, Sumselupdate.com – Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK melaksanakan penetapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor PN Palembang dengan memindahkan Terdakwa Suhandy ke Rutan Kelas I Palembang.

Hal ini dibenarkan langsung Plt Jubir Ali Fikri, saat dikonfirmasi, Selasa (18/1/2022)

Bacaan Lainnya

“Proses pemindahan ini dilakukan dengan dikawal ketat oleh petugas KPK, sejak keberangkatan hingga nantinya menuju ke Rutan,” ungkapnya.

Sebelumnya Dalam sidang secara virtual, yang mana terdakwa Suhandy dihadirkan melalui sambungan telekonferensi dari Gedung Merah Putih KPK di Jakarta.

Dalam sidang yang diketuai oleh hakim Abdul Azis SH MH, Kamis (13/1/2022) majelis hakim memerintahkan Jaksa KPK untuk memindahkan tahan terdakwa Suhandy ke Rutan Klas 1 Palembang (Pakjo).

“Memerintahkan Jaksa untu memindahkan tahanan terdakwa Suhandy dari tahanan KPK di Jakarta ke Rutan Klas 1 Palembang,” ujar hakim dalam sidang.

Dikonfirmasi pada kuasa hukum terdakwa Suhandy, Titis Rachmawati, SH, MH, mengatakan pihaknya mengapresiasi penetapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang tersebut.

“Kami ucapkan terima kasih pada majelis hakim, kami sangat mengapresiasi penetapan mejelis hakim yang memindahkan tahanan klien kami ke Palembang. Dengan demikian kami dapat lebih mudah berkoordinasi dengan yang bersangkutan terkait perkara ini,” jelasnya.

Sementara itu dikatakan JPU KPK pihaknya akan melaksanakan penetapan majelis hakim terkait pemindahan tahanan terdakwa Suhandy.

“Sesuai dengan penetapan majelis hakim dalam sidang tadi, secepatnya akan kita segera lakukan pemindahan tahanan kepada yang bersangkutan,” tutupnya. (ron)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.