JPU Kejari Lubuklinggau Hadirkan 14 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Penas KTNA

Kejari Lubuklinggau, menghadirkan 14 saksi di hadapan majelis hakim yang diketahui Sahlan Effendi SH MH, di PN Tipikor Palembang, Selasa (2/11/2021)

Palembang, Sumselupdate.com – Sidang dugaan korupsi dana hibah kegiatan Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)  tahun 2020 dengan terdakwa Catur Handoko, jalani sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Pada sidang ini JPU Kejari Lubuklinggau, menghadirkan 14 saksi di hadapan majelis hakim yang diketahui Sahlan Effendi SH MH, di PN Tipikor Palembang, Selasa (2/11/2021)

Read More

“Waktu itu, terdakwa menyewa bis Limbersa dengan tujuan Padang dengan pembayaran uang DP sebesar Rp10 juta, lalu dilunasi menjelang kegiatan sebesar Rp95 juta, jadi total sewa seluruhnya Rp105 juta,” ungkap saksi bernama Andri dihadapan majelis hakim.

Namun, lanjut Andri, nyatanya kegiatan KTNA tersebut urung dilakukan, karena dampak Pandemi Covid-19, tidak jadi diberangkatkan.

“Karena urung, jadi semua pembayaran uang tersebut saya kembalikan lagi seluruhnya pak,” ujar Andri.

Usai sidang, JPU Kejari Lubuklinggau Sumar Herti SH mengatakan, sebagaimana keterangan-keterangan saksi yang dihadirkan mengaku mendukung dakwaan yang dibuat JPU kepada terdakwa.

“Karena jelas tadi banyak saksi-saksi mengatakan, memang tidak ada belanja sebagaimana barang bukti yang didapat dari terdakwa,” kata Sumar Herti.

Lebih lanjut, Sumar Herti mengatakan, bersama tim JPU lainnya direncanakan akan menghadirkan satu ahli, guna mengungkap dugaan korupsi yang dilakukan terdakwa dengan nilai dana hibah yang digelontorkan Rp1,075 miliar tersebut.

Diketahui, kasus dugaan korupsi ini mencuat dan dilakukan pemeriksaan karena menyangkut anggaran hibah KTNA Mura senilai Rp1,075 miliar, yang diperuntukan untuk kegiatan Pekan Nasional (PENAS) 2020 di Sumatera Barat (Sumbar).

Namun, kegiatan tersebut batal digelar lantaran adanya Pandemi Covid-19 sehingga nilai kerugian keuangan negara yang diduga dilakukan oleh terdakwa Catur Handoko senilai Rp477 juta, yang baru dikembalikan terdakwa Rp145 juta. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.