Sekayu, Sumselupdate.com – Jembatan terbuat dari kayu sebagai penghubung di Dusun 3-5, Desa Kertajaya, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan yang dibangun puluhan tahun silam, kondisinya sekarang ini sudah sangat mengkhawatirkan.
Nyaris terisolirnya warga Kertajaya, selain jembatan sudah mengancam pengendara yang melintas, juga ditambah kondisi jalan alternatif rusak hingga mengakibatkan warga desa tersebut kesulitan untuk menjual hasil pertanian.
“Inilah yang namanya terisolir Pak. Mau jual hasil pertanian lewat Desa Tebing Bulang sangat sulit, karena papan lantai jembatan Sungai Sake sudah habis dimakan usia. Lewat jalan alternatif penghubung Kertajaya-Rimba Ukur kondisinya rusak parah. Lewat jembatan kayu penghubung dusun 3-5 kondisinya saat ini sudah mengkhawatirkan,” keluh H Ismail (60), warga setempat saat dibincangi, Senin (17/6/2019).
Ismail sangat berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba segera melakukan perbaikan baik di jembatan penhubung maupun jembatan Sungai Sake yang juga bisa menghubungkan ke Kecamatan Plakat Tinggi.
“Jembatan ini dibutuhkan banyak orang terutama untuk mengeluarkan hasil tani, seperti masyarakat Tebing Bulang, Kertajaya, Kramat Jaya termasuk pengguna jalan dari Kecamatan Plakat Tinggi,” ujarnya.
Keluhan sama dikemukakan Kepala Desa Kertajaya Al Aziz, SPd I. Menurutnya, warganya kesulitan untuk menjual hasil pertanian dikarenakan kendaraan roda empat tidak bisa melintasi Jembatan Sungai Sake.
“Sebisa-bisanya untuk mengeluarkan hasil pertanian warga lewat jalan alternatif Kertajaya-Desa Rimba Ukur (C5), itu pun nunggu jalan kering, karena ada beberapa titik badan jalan yang sulit dilalui kendaraan, apalagi musim hujan,” jelasnya.
Ia berharap agar pihak terkait kiranya dapat melakukan tanggap darurat, terhadap jalan alternatif Kertajaya-Rimba Ukur, sembari menunggu proyek pembangunan jembatan direalisasikan.
“Kalau informasi dari Pak Camat Sungai Keruh dan ibu Nuti anggota DPRD Muba tahun ini pembangunan jembatan bakal direalisasikan, dan menurut mereka sekarang ini masih dalam proses tender. Tapi hendaknya pihak terkait membantu tanggap darurat pada jalan alternatif Kertajaya-Rimba Ukur, agar masyarakat mudah beraktifitas terutama mengeluarkan hasil pertanian,” harap dia.
Aziz juga menceritakan keberadaan jembatan kayu penghubung Dusun 3-5 desa Kertajaya yang sejak tahun belakangan, kondisinya mengkhawatirkan.
“Sebenarnya kalau jembatan penghubung Dusun 3 Dusun 5 dapat difungsikan warga tidak akan kesulitan untuk beraktifitas sehari-hari. Namun jembatan tersebut sekarang hanya bisa dilalui sepeda motor, kalau mobil takut ambruk, karena tulang jembatan sudah rapuh,” katanya.
Menurut dia, pengajuan perbaikan jembatan sudah berapa kali diusulkan mulai dari kepala desa sebelumnya, namun hingga kini belum ada respon.
“Mau dibangun menggunakan dana ADD takut menyalahi aturan. Lagi pula tidak akan tercover, bisa-bisa dana desa habis untuk di situ saja, karena bangunannya terbilang besar,” ungkapnya. (est)











