Mekkah, Sumselupdate.com – Sepuluh hari menjelang puncak haji, jamaah terus diingatkan untuk tetap menjaga kesehatan. Karena faktor kesehatan sangat dipentingkan mengingat ibadah haji memerlukan kekuatan fisik yang prima.
Hal itu ditegaskan tim kesehatan haji yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi saat melakukan visitasi di Maktab Raudhah, Sektor 4, Mekkah pada Selasa (30/7/2019).
“Mulai sekarang kita harus perhatikan masalah kesehatan. Sebentar lagi kita memasuki puncak haji yakni fase Arafah-Muzdalifah-Mina. Jangan sampai ketika masuk fase ini, kita justru drop,” ujar anggota tim kesehatan, dr Linda.
Untuk itu, dijelaskan dr Linda, jamaah harus mematuhi apa yang telah dianjurkan pemerintah terkait kesehatan haji. Diantaranya yaitu bagaimana mengantisipasi ancaman headstroke (panas tinggi) yang dalam kategori tertentu dapat menimbulkan kematian.
“Headstroke itu terjadi akibat cuaca sangat panas yang diikuti dehidrasi, sementara daya tahan tubuh kita lemah atau tak mampu beradaptasi. Ini perlu dicegah dengan minum air yang cukup dan mengkonsumsi larutan ion yang diperlukan tubuh,” ujarnya.
Selain itu, Linda mengingatkan agar berbagai alat perlengkapan kesehatan yang dimaksudkan untuk mencegah tubuh terpapar langsung oleh terik matahari selalu digunakan ketika jamaah keluar ruangan. Alat itu berupa payung, masker, kacamata hitam, penyemprot air dan sandal, seperti yang telah diperoleh jamaah ketika berada di asrama haji dulu.
Dia tak lupa meminta jamaah untuk beristirahat yang cukup sebelum proses ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina tiba. Meski sangat dianjurkan agar mengisi waktu yang tersedia untuk ibadah di Masjidil Haram, tapi jamaah sebaiknya tidak memporsir diri yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
“Baru-baru ini ada kasus jamaah yang meninggal di Masjidil Haram karena terlalu capek dan lupa makan. Juga ada dua puluh enam kasus hampir sama yang kini dirawat oleh Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI),” terangnya.
Dia pun berharap kasus seperti ini jangan sampai terulang lagi. Jamaah harus men-saving tenaganya demi pelaksanaan rukun dan wajib haji yang pada realitasnya sangat membutuhkan fisik yang sehat dan prima. (shn)











