Palembang, Sumselupdate.com – Masyarakat Palembang untuk lebaran nanti belum bisa melintasi jalan tol Palembang Kayu Agung Betung (Kapal Betung), hal ini diakibatkan karena proses yang belum rampung.
“Untuk 2018 sampai 2019, Tol Kapal Betung belum bisa difungsikan untuk lebaran tahun ini dan juga tidak bisa menjadi akses arus mudik untk masyarakat,” ungkap Kepala Divisi 6 PT Waskita Karya, Gunadi Soekardjo.
Gunadi Soekardjo mengatakan, konstruksi jalan tol ini dimulai pada Juni 2016 dan dijadwalkan rampung pada Juni 2019. Struktur tanah di lokasi pembangunan jalan tol ini 80 persen berupa rawa dan gambut yang selalu tergenang air sepanjang tahun. Sehingga memerlukan penanganan dengan metoda khusus untuk mencegah terjadinya kerusakan-kerusakan pada saat operasional.
“Kesulitan dari jalan Tol Kapal Betung ini selain dari kondisi jalan yang rawa serta akses kebutuhan seperti tanah timbun yang jauh, faktor cuaca juga menjadi penentu. Karena sering sekali terjadi hujan bisa menghambat pekerjaan, membuat kendaraan sulit untuk melintas. Jadi kita memprediksi Juni 2019 itu sudah rambung dan bisa dilewatu serta menyambung dengan tol Palindra,” ungkapnya pada awak media Kmis malam di ruang rapat Waskita.
Pembangunan jalan tol Kayu Agung ke Palembang sampai ke Betung dengan panjang total 111,69 kilometer saat ini sudah mencapai 45 persen.
Pembangunan jalan tol ini dibagi menjadi 3 seksi yakni seksi 1 dari Kayu Agung-Palembang dengan panjang 33,5 kilometer, seksi 2 dari Palembang-Musi Landas dengan panjang 33,9 kilometer dan seksi 3 dari Musi Landas -Betung dengan panjang 44,69 kilometer.
“PT Waskita Karya selalu berusaha untuk meminimalkan gangguan dan ketidaknyamanan selama pembangunan dan berkomitmen untuk memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan selama proses pembangunan jalan tol yang bertujuan untuk kemajuan Provinsi Sumsel,” paparnya.
Gunadi mengungkapkan, mengenai fungsional lebaran 2018, Pemerintah melalui Kantor Staf Presiden telah diadakan rapat pada akhir April 2018, dan memutuskan bahwa proyek ini belum diperuntukkan mendukung akses mudik, mengingat progres dan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. (syd)











