Palembang, Sumselupdate.com – Puluhan jamaah Masjid Silaturahmi yang berada di Jalan Sukamaju, RT 27, RW 04, Sukamaju, Sukabangun, Sukarami, Palembang menggelar doa bersama untuk rakyat Palestina dengan langsung menghadirkan penceramah asal Palestina, Jumat (17/1/2025).
Doa bersama yang diadakan pengurus Masjid Silaturahmi dengan menghadirkan langsung Syekh Ali Bayan sosok ulama yang cukup dikenal masyarakat Palembang merupakan warga negara Palestina,
“Doa bersama diperuntukan keselamatan anak-anak yatim yang ada di Palestina. Ada puluhan jemaah yang ikut,” ucap salah satu jamaah. Muhamad Lubis.
Lubis menyampaikan doa bersama untuk rakyat Palestina ini juga dengan harapan negara Palestina dapat segera terbebas dari penjajahan Israel.
“Harapannya Palestina dapat merdeka dan saudara saudara muslim kita yang ada di sana dapat hidup dengan damai,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui jika gencatan senjata Israel dan Hamas di Gaza terancam batal. Dikutip dari CNBC Indonesia, terungkap bahwa kabinet Israel masih akan memberikan suara pada Jumat (17/1/2025) mengenai kesepakatan gencatan senjata Gaza dan pembebasan sandera.
Dua anggota kabinet telah menyuarakan penentangan terhadap gencatan senjata. Di mana Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben Gvir mengancam keluar dari pemerintahan jika menyetujui kesepakatan.
Di sisi lain kantor Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu Kamis, menuduh Hamas mengingkari beberapa bagian perjanjian perdamaian, meski hamas mengatakan “tidak ada dasar” untuk tuduhan Israel.
Netanyahu bahkan berjanji menunda pemungutan suara kabinet hingga masalah tersebut ditangani.
Serangan terbaru Israel juga makin gencar membombardir Gaza kemarin dan menyebabkan puluhan orang tewas. Militer Zionis mengatakan telah menyerang 50 target di seluruh wilayah itu selama 24 jam.
Hamas mengatakan serangan terbaru Israel kemarin di Gaza menewaskan 80 orang dan melukai ratusan lainnya.
Sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam, memperingatkan bahwa serangan Israel itu telah membahayakan nyawa para sandera sendiri.
Menurut Hamas mereka yang akan dibebaskan berdasarkan kesepakatan bisa tewas. “Dapat mengubah kebebasan mereka… menjadi tragedi,” tegasnya.











