Jalan Karang Dapo Berlumpur dan Licin

Rabu, 3 Agustus 2016
Jalan Rusak yang menghubungkan Karang Dapo dengan Rawas Ilir.

Muratara, Sumselupdate.com – Akses jalan Karang Dapo-Rawas Ilir macet total berjam-jam hingga dua kilometer, tepatnya di Desa Rantau Kadam Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Muratara. Kemacetan jalan tersebut diakibatkan penimbunan jalan, namun penimbunan tersebut tidak dicampur dengan koral. Sehingga akibat hujan yang menguyuri wilayah Kabupaten Muratara Selasa malam membuat jalan tersebut becek dan berlumpur, sehingga membuat kendaraan baik roda dua maupun roda empat tidak bisa melintasi jalan tersebut, Rabu (3/8).

Pantauan di lapangan baik kendaraan roda dua ataupun roda empat harus memberhentikan pejalan mengingat kondisi jalan yang belumpur dan licin. Sehingga membuat para penumpang kendaraan roda dua memilih untuk berjalan kaki. Ditambah lagi kemacetan tersebut pada jam kerja, sehingga membuat bertambah panjang kemacetan di dua arah.

Read More

Bahkan pihak kontraktor baru menurunkan alat berat sekitar pukul 09.00 WIB, untuk mengeruk tanah lumpur agar bisa dilalui kendaraan. Hingga pukul 10.30 WIB kemacetan masih terjadi.

Salah satu pengendara kendaraan roda empat, Wawan, mengatakan kemacetan itu sejak semalam dan bahkan tidak ada upaya pihak pemborong untuk menurunkan alat berat untuk membersihkan lumpur yang membuat jalan licin.

“Tidak ada upaya pihak pemborong semalam itu untuk membersihkan lumpur yang membuat jalan licin dan bahkan parahnya lagi operator alat berat tidak ada di tempat, ” ungkapnya.

Ia menilai pihak pemborong lambat dalam menyikapi persoalan tersebut, semestinya harus sigap mengingat itu ada akses jalan satu-satunya.

“Bahkan ada mobil ambulance yang membawak orang sakit ikut terjebat macet, nah hal itu sangat patal jika terjadi hal yang tidak diinginkan kepada pasien,” jelasnya.

Dikatakannya jika semalam itu langsung diturunkan alat berat tentunya tidak akan mengakibatkan kemacetan beruntun, namun sayangnya pihak pemborong sangat lalai dalam menanggapi persoalan seperti ini.

“Jika diturunkan alam berat semalam dan pastinya tidak akan terjadi kecamatan. Karena pihak pemborong lalai dalam menanggapi persoalan ini,” cetusnya.

Ia mengharapkan kepada kontraktor harus siaga mengingat sekarang sudah memasuki musim hujan dan harus cepat tanggap jika jalan tersebut berlumpur dan licin. “Ke depan harus sigap dan jangan sampai lalai,” harapnya.

Senada dikatakan Perli salah satu pegawai di lingkungan Pemkab Muratara,  ia lebih memilih berjalan kaki dari pada harus terjebak kemacetan panjang.

“Kami memilih jalan kaki daripada menggunakan motor tapi terjebat macet,” ucapnya. (Ain)‎

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts