Jalan HM Noerdin Pandji Bisa Mengurangi Kemacetan

Minggu, 17 Januari 2016

Palembang, sumselupdate.com –  Jalan Kebun Sayur yang menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dan daerah Kenten Laut Palembang secara seremoni telah diresmikan oleh Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Sabtu (16/1). Dalam persemian itu jalan alternatif tersebut diberi nama Jalan HM Noerdin Pandji.

Sejumlah tokoh hadir dalam kesempatan itu. Di antaranya istri Gubernur Sumsel Hj Eliza Alex Noerdin, Wakil Gubernur Sumsel H Ishak Mekki beserta istri Hj Tartila Ishak, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H Mukti Sulaiman, Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo, WaliKota Palembang Harnojoyo, Kasdam II/Sriwi jaya Brigjen TNI Komarudin Simanjuntak.  Juga hadir anggota Komisi VI DPRI RI yang merupakan cucu dari pejuang HM Noerdin Pandji, Dodi Reza Alex.

Bacaan Lainnya

”Jalan ini direncanakan menjadi akses utama penghubung antara Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang dengan kawasan Jakabaring. S ebab nanti, dari Bandara melalui Jalan Noerdin Pandji langsung terhubung ke Jembatan Musi IV kawasan Pasar Kuto, menyeberangi Sungai Musi menuju Jakabaring,” terang Alex dalam sambutannya.

Ditambahkan Alex, seiring dengan pelaksanaan event Asian Games di Sumsel, tepatnya di Kota Palembang pada tahun 2018, maka keberadaan jalan ini pun dapat menjadi jalan penghubung menuju Jakabaring. Jalan ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi kemacetan di Jalan Kol H Barlian yang saat ini juga sedang dilakukan pembangunan light rail transit (LRT) menuju Jakabaring.

Terkait HM Noerdin Pandji yang dipakai sebagai nama jalan itu, Alex dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa ayahnya, HM Noerdin Pandji, adalah seorang pejuang kemerdekaan pada era revolusi fisik di Lampung tahun 1945-1949. Saat itu, Noerdin Pandji menyandang pangkat Kapten dan dipercaya menjadi Wakil Komandan  Resimen Garuda Hitam merangkap komandan Batalion Mobil. Ketika itu, Komandan Resimennya adalah Kolonel Gaharu Alamsyah Ratu Prawiranegara dan Makmun Murod sebagai Komandan Kompi.

“Pemberian nama ini untuk memberikan penghormatan, menyematkan nama pada jalan yang luar biasa. Menghubungkan Jembatan Musi IV dan Jakabaring. Beliau pantas untuk menerimanya. Mari kita ilkhaskan nama jalan ini kepada Noerdin Pandji,” pintanya di hadapan undangan yang hadir.

Terkait kondisi jalan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PU BM Sumsel Rinhaldi mengatakan, lahan yang diperlukan  untuk membangun jalan sepanjang 10,5 Km, dengan 2 jalur masing-masing jalur sepanjang 5,25 Km ini diawali dengan pembebasan lahan oleh Pemkot Palembang dan telah selesai pada tahun 2014. Pembangunan jalan ini menggunakan sistem anggaran tahun jamak 2014-2015.

“Anggaran yang digunakan lebih dari Rp 58 M, dengan panjang total 10,5 Km yang terdiri 2 jalur, yang masing-masing jalur mempunyai lebar 3 meter,” terangnya di tengah-tengah acara peresmian jalan, Sabtu (16/1).

Dia berharap, jalan HM Noerdin Pandji ini nantinya dapat mengurangi kemacetan di seberang ilir, melalui Jembatan Muzi IV jika selesai dibangun nanti. (shn/ Foto : Tribun Sumsel)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.