Laporan Syandi Fran Widodo
Palembang, Sumselupdate.com – Hasil jajak pendapat, mayoritas masyarakat Musi Banyuasin puas terhadap kinerja Pemkab Musi Banyuasin di bawah kepemimpinan PJ Bupati Muba Apriyadi Mahmud.
Tingkat kepuasan terhadap PJ Bupati tersebut juga bisa membuat dia menjadi kandidat potensial pada pilkada Muba 2024 akan datang.
“Tingkat Kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan PJ Bupati Muba Apriyadi Mahmud mencapai 69,4 persen. Hal ini tergolong tinggi, disaat kepemimpinannya hampir mencapai 1 tahun. Ketidakpuasan terhadap kinerja PJ Bupati Muba hanya sekitar 20 persen,” ungkap Founder BungFK DIGITALAnalysis Research Centre (BDRC) Fatkurohman, S Sos dalam keterangan persnya.
Terkait dengan dinamika sosial politik 2024 mendatang, ada 5 persoalan mendasar di Muba yang perlu menjadi catatan kepada pemimpin Muba mendatang.
“Persoalan tersebut yakni infrastruktur jalan 22,7 persen, kemiskinan 15,9 persen, harga Sembako 13,6 persen, air bersih 11,4 persen dan pengangguran 9,2 persen,” ungkap dia.
Menurutnya, adanya pandemi COVID-19 belakangan ini menegaskan persoalan kemiskinan dan pengangguran menjadi perhatian utama masyarakat muba agar diatasi.
“Tentu hal ini yang dirasakan masyarakat Muba yang diharapkan pemimpin Muba mendatang bisa menjadi prioritas selain infrastruktur,” ungkapnya.
Selain tingkat kepuasan yang tinggi, dikatakan Alumni FISIP Unsri ini, BDRC juga memotret elektabilitas tokoh Potensial yang kemungkinan bisa kandidat Pilkada 2024.
Nama Apriyadi menjadi kandidat potensial jika kedepan maju pilkada 2024 akan datang.
“Data kita, Apriyadi bersaing ketat unggul sekitar 3 persen dari Lucianty. Jika maju, persaingan akan semakin menarik pilkada Muba mendatang,” terang Bung FK sapaannya.
Dinamika sosial politik Musi Banyuasin ini terungkap berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan BDRC pada Periode Februari 2023 terhadap 220 responden akun privat media sosial Facebook, Instagram, WA yang tervalidasi di 4 dapil di Musi Banyuasin.
“Perkembangan media sosial yang pesat lebih dari dari 69 persen penduduk secara nasional membuat menganalisa dinamika sosial politik terhadap suatu wilayah melalui akun privat media sosial menjadi khasanah baru yang menarik untuk gambarkan, Muba menjadi yang ketiga setelah Palembang dan Banyuasin yang dilakukan BDRC,” ungkap Pria yang juga menjadi Direktur Wilayah Sumsel Lembaga Survei Public Trust Institute ini.(**)










