Jadi Wasit Badminton Level Asia, Putri Pagaralam ini Raih Prestasi Membanggakan

Hellen Purnawa Sari / Dok. PBSI

Pagaralam, Sumselupdate.com – Masyarakat Kota Pagaralam, Sumatera Selatan patut berbangga pada sosok Hellen Purnama Sari.

Pasalnya, pada akhir Januari 2020 lalu, putri pasangan dari Darmanudin Zawawi dan Mawinah ini dinyatakan resmi mewakili Indonesia di BA sebagai salah satu wasit Badminton Asia Acredited (BAA) yang ada di Asia.

Bacaan Lainnya

Dengan demikian, Hellen menjadi satu satunya wasit perempuan dengan sertifikat BAA dari Indonesia.

Kepada Sumselupdate.com, Hellen bercerita bahwa pada saat ujian wasit tingkat Asia (BAA) tahun 2019, dirinya merupakan satu-satunya perwakilan Indonesia yang dikirim ke Korea dan China.

Sebelum ujian BAA di China, kata Hellen, dirinya mengikuti ujian apresial terlebih dulu di Korea yang pesertanya ada 14 orang dari beberapa negara seperti Jepang,Korea, Malaysia, Mongolia, Chines Taipei, China, Hongkong, Myanmar, Philiphina, dan Singapura. Kemudian peserta yang ranking di Korea tersebut dikirim ke China untuk ujian yang sebenarnya.

“Di China baru ujian yang sebetulnya. Ujiannya dikuti oleh beberapa negara yang kandidatnya masuk daftar ranking badminton Asia. Untuk Indonesia perwakilanya adalah saya sendiri,” bebernya.

Kelulusan dirinya dalam ujian sebagai wasit BBA ini sudah diumumkan pada September 2019, namun surat resminya baru disampaikan pada akhir Januari 2020.

Alhamdullilah berkat perjuangan yang luar biasa, keyakinan untuk lulus, serta doa orang tua yang tiada henti dan dukungan dari keluarga besar PBSI Sumsel, akhirnya saya dinyatakan lulus meskipun pada saat itu beban membawa nama Indonesia sangat besar,” ungkap Hellen.

Membawa nama Indonesia di kancah dunia, menurutnya, merupakan suatu kehormatan dan amanah luar biasa. Apalagi lanjut Hellen, siapa sangka wakil Indonesia datang dari sebuah kota kecil yang jauh dari pusat kota.

“Bahkan kota tersebut jarang mengadakan event atau kejuaraan bulutangkis baik tingkat kota, tingkat nasional maupun internasional karena keterbatasan dan keadaan. Saya tak pernah bermimpi untuk bisa menjadi wasit Internasional karena menjadi wasit nasional di Indonesia saja sangat sulit,” seloroh perempuan cantik ini.

Hal lain yang membuat Hellen minder ialah, karena dirinya merupakan peserta paling muda, begitu pun pengalaman menjadi umpire sangat jarang.

“Begitu banyak roller coaster yang saya hadapi hingga akhirnya saya terpilih dan dikirim ke luar negeri untuk mewakili Indonesia, satu satunya wakil dari Indonesia saat itu, jujur cukup membuat saya takut dan senang,”ucapnya lagi.

Dirinya bersyukur perjuangan yang dirintis dari nol tersebut membuahkan hasil yakni menjadi wasit BBA mewakili Indonesia asal Provinsi Sumatera Selatan dan Kota Pagaralam.

“Semoga ini awal yang baik dan menjadi pembuka pintu saya menjadi wasit Bulutangkis Dunia (BWF),” pungkasnya. (ric)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 Komentar