Izin Operasi Perusahaan Habis, Angka Penggangguran di Sumsel Siap-siap Bertambah

Rabu, 19 Oktober 2016

PALI, Sumselupdate.com – Sedikitnya 900 sopir angkutan batubara dan 1.000 lebih pemilik warung di sepanjang jalan yang dilalui pelabuhan PT Energate Prima Indonesia (EPI) yang ada di Desa Prambatan, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI terancam menganggur.

Angka tersebut belum termasuk karyawan PT EPI yang berjumlah 352 orang, yang apabila pemerintah Sumsel tidak memperpanjang izin operasi perusahaan tersebut yang berakhir sampai Kamis (20/10/2016).

Read More

“Edaran sudah kami terima, bahwa malam ini adalah terakhir kami narik batubara dari Lahat menuju pelabuhan PT EPI. Karena informasi dari perusahaan surat izin operasinya belum dikeluarkan pemerintah. Terus terang kami bingung mau makan apa, kalau izin tidak dikeluarkan lagi,” ujar Irul, salah satu sopir asal Kecamatan Talang Ubi, Rabu (19/10/2016).

Keresahaan sama pun diucapkan Kisno, pemilik warung nasi di Desa Karta Dewa. Karena kalau angkutan batubara lancar warung miliknya dipastikan akan ramai pembeli.

“Satu harinya omset bisa sampai Rp2 juta. Tapi bila tidak beroperasi, otomatis tidak ada pembeli. Kami harap pemerintah memikirkan nasib kami yang bergantung pada kelancaran operasional angkutan batubara,” keluhnya.

Sementara itu, Irwan, Kepala Desa Karta Dewa mengatakan bahwa keberadaan perusahaan batubara bagi desanya cukup menguntungkan.

“Pagar sekeliling pemakaman umum di desa kami mulai dibangun, dananya berasal dari konpensasi perusahaan itu yang setiap bulan diterima. Sementara dari dana CSR, pihak PT EPI membuatkan jalan menuju kolam wisata Danau Batanghari Siku, dengan meminjamkan alat berat. Jadi bagi kami, manfaat keberadaan perusahaan itu bisa dirasakan masyarakat langsung,” bebernya.

Terpisah, General Manager (GM) PT EPI, Mr Chris membenarkan bahwa terhitung sejak 20 Oktober, izin operasi perusahaannya akan habis, namun pihaknya sudah melakukan pengurusan ke Pemprov Sumsel.

“Kami sudah mengurus perpanjangan izin operasi ke pemerintah provinsi, tinggal nunggu keluarnya saja. Sementara belum keluar, kami stop sementara aktivitas angkutan,” ungkapnya.

Pengusaha asal Korea Selatan ini menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengeluarkan edaran ke pihak transportir terkait hal itu. “Memang bakal banyak yang nganggur, terutama para supir. Tapi saya yakin, itu hanya sementara. Bila pemerintah lama mengeluarkan izin, terpaksa kami serahkan ke pusat, mau bertahan atau tutup,” tandasnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts